Berita Kalbar

Kapolres Ketapang Ungkap Kronologis Penembakan, Dipicu Keributan Anggota Brimob & Kelompok Warga

Kronologis Video viral kasus penembakan oleh anggota Brimob di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat diungkap.

Editor: Fathurahman
NET/Google
Ilustrasi Penambakan. Kronologis Peristiwa dugaan penembakan warga oleh anggota brimob di kebun Sawit dibeberkan Kapolres Ketapang AKBP Yani Pemana. 

TRIBUNKALTENG.COM, KETAPANG -Kronologis Video viral kasus penembakan diduga dilakukan oleh anggota Brimob di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat diungkap.

Video penembakan tersebut viral di medis sosial dan menjadi perbincangan warga setempat, karena korban yang mengalami luka tembak sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Cerita hingga terjadi penembakan tersebut sempat simpang siur sehingga akhirnya Kapolres Ketapang memberikan penjelasan kongkrit terkait kejadian tersebut.

Anggota Brimob yang melakukan pengamanan tersebut merupakan anggota Brimob Polda Kalbar yang berada di bawah kendali operasi atau BKO Polres Ketapang.

Baca juga: Pengendara Was-was Lewati Jembatan Sei Beringin Palangkaraya, Kerusakan Hanya Ditutupi 3 Pelat Besi

Baca juga: Minta Jaket Tak Diberi, Penjaga Toko Juga Jadi Korban Oleh Pelaku Pemukulan Petugas SPBU G Obos

Baca juga: Musim Hujan Jalan Banjir Kemarau Berdebu, Jembatan Layang Bukit Rawi Diharapkan Segera Rampung

Kapolres Ketapang, AKBP Yani Pemana membenarkan adanya keributan yang melibatkan anggota Brimob BKO Polda Kalimantan Barat dengan sekelompok warga yang diduga sedang melakukan panen massal di wilayah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu 28 Mei 2022.

Keributan yang sempat terekam video berdurasi 2 menit 49 detik itu pun viral.

Tampak dari video tersebut, seorang warga diduga terkena tembakan senjata aparat kepolisian.

"Awal kejadian anggota Brimob sedang patroli dan menemukan sekelompok warga sedang panen massal diduga di wilayah perusahaan. Makanya dilakukan upaya pencegahan oleh anggota," kata Yani, Sabtu 28 Mei 2022 malam.

Pada saat akan melakukan pencegahan, kata Yani, anggota mengetahui ada salah satu warga yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Ketapang dengan kasus Pasal 107 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

"Saat itu akan dilakukan pengamanan secara soft approach dan diajak secara baik-baik, namun sekelompok warga melakukan perlawanan," jelasnya.

Karena melakukan perlawanan, maka dilakukan penanganan secara prosedur dengan memberikan peringatan secara lisan, namun tidak direspon.

"Kemudian memberikan tembakan peringatan tiga kali ke atas sesuai video yang beredar, namun sekelompok warga malah mengejar anggota dengan menggunakan senjata tajam, bahkan ada anggota dipukul oleh oknum warga," ujarnya.

Mengenai adanya warga yang tertembak, lanjut Yani, karena ada oknum warga yang mencoba menarik senjata anggota sehingga pelatuk senjata menyentuh tangan anggota dan kemudian peluru hampa mengenai punggung korban.

"Itu bukan peluru tajam atau karet, melainkan peluru hampa. Warga yang mengalami luka itu karena dalam kontak jarak dekat," terangnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved