Kalteng Jadi Piloting Pabrik Minyak Sawit Merah, Menteri Teten Sebut Untungkan Petani Swadaya

Selain di Kalteng, pabrik minyak sawit merah atau biasa disebut juga minyak makan merah ini akan dibangun di Riau dan Jambi

Editor: Dwi Sudarlan
Astra Agro.co.id
Ilustrasi kebun kelapa sawit, Kalteng akan menjadi piloting pabrik pengolah minyak kelapa sawit merah. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjadi satu di antara tiga darah yang akan menjadi poloting pabrik minyak sawit merah.

Selain di Kalteng, pabrik minyak sawit merah atau biasa disebut juga minyak makan merah ini akan dibangun di Riau dan Jambi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Untuk melaksanakan piloting atau percontohan ini, Kemenkop UKM akan membentuk gugus tugas bersama Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Forstabi) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Baca juga: Petani Sawit Singkawang Gelar Aksi Damai, Keluhkan Harga TBS Anjlok Hingga Harga Pupuk Melambung

Baca juga: Dampak Larangan Ekspor CPO dan Migor, Harga Jual Buah Sawit Petani Mandiri Kalteng Anjlok

Baca juga: Siswi SMAN 2 Palangkaraya Kalahkan 23 Negara, Teliti Umbut Sawit, Raih Medali Emas

“Salah satu pesan Presiden Jokowi adalah membangun pabrik minyak sawit merah untuk suplai kebutuhan dalam negeri,” tegas Teten usai bertemu pengurus Forstabi.

Ditegaskan pendiri ICW ini, saat ini sebanyak 42 persen dari dari 16 juta hektare total luas lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh petani swadaya.

Kemudian, petani swadaya juga memproduksi 35 persen dari total volume Crude Palm Oil (CPO).

“Jadi kalau nanti Presiden Jokowi memberi arahan bahwa suplai minyak goreng di dalam negeri disuplai dari mereka, itu sangat bisa. Tujuannya supaya suplai CPO dalam negeri bisa lebih baik, di sisi lain harga sawit TBS (Tandan Buah Segar) di petani juga menjadi lebih baik,” ujar Teten.

Dijelaskan dia, sejumlah pabrik di ketiga provinsi itu akan hanya mengolah minyak sawit merah yang biaya produksi kategori minyak itu lebih rendah dibandingkan kategori lainnya.

Selain itu, minyak sawit merah dinilai lebih sehat.

“Minyak sawit itu warnanya kuning kemerah-merahan, cuma standar pengolahan minyak sawit harus putih yang terpengaruh oleh standar Eropa. Padahal Malaysia sudah memproduksi minyak sawit merah yang diekspor ke China, dan di China digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin A,” ujar Teten.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Kalteng akan menjadi piloting pabrik pengolah minyak sawit merah.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Kalteng akan menjadi piloting pabrik pengolah minyak sawit merah. (kompas.com)

Sementara pengurus Forstabi Rukaiyah Rafik menyatakan rencana pembangunan tiga piloting pabrik minyak sawit merah merupakan kabar baik bagi petani swadaya.

Selama ini, petani swadaya disebut menghadapi fenomena harga TBS yang tidak stabil sehingga penjualannya mengalami penurunan secara drastis, terutama ketika terjadi penghentian ekspor CPO mengingat petani swadaya sangat bergantung dengan industri besar. (*)

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved