Nasional

Banjir Rob Tak Cuma di Semarang, di Banjarmasin Sudah Sepekan, Warga Tak Khawatir : 'Sudah Biasa'

Banjir rob tak cuma terjadi di wilayah Semarang, Jawa Tengah, tapi juga sudah l di Banjarmasin, Ibu Kota Kalimantan Selatan, sejak seminggu terakhir

Editor: Rahmadhani
Banjarmasin Post/Noor Masrida
Genangan banjir rob di kawasan Pasar Besar, Jalan Ujung Murung, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (23/5/2022) siang. 

TRIBUNKALTENG.COM - Banjir rob tak cuma terjadi di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022), tapi juga sudah terjadi beberapa hari di Banjarmasin, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Banjir rob di Banjarmasin, dilaporkan sudah terjadi hampir seminggu terakhir.

Banjir rob di Banjarmasin menggenangi beberapa wilayah, termasuk merendam kawasan Pasar Besar, kawasan Ujung Murung, Selatan (Kalsel).

Kondisi ini, menurut para pedagang, sudah terjadi sejak hampir sepekan ke belakang.

Ketinggian air pasang yang melanda kawasan pasar, cukup bervariasi, mulai dari 8-10 cm tergantung posisi lantai pasar yang memang tidak rata.

Fenomena ini pun dinilai beragam oleh penjual pakaian hingga keperluan rumah tangga yang menempati toko di pasar.

Satu di antaranya adalah H Rudi (38), penjual baju, mengatakan, biasanya air akan mulai naik sekitar pukul 11.00 Wita dan surutnya sekitar pukul 15.00-16.00 Wita.

Baca juga: Viral, Pemilik Menghilang Ratusan Kucing Telantar di Dalam Ruko, Komunitas Catscats Lakukan Evakuasi

Baca juga: Ratusan Warga Dogiyai Papua Mengungsi, Polisi Buru Kelompok Pembakar Belasan Rumah

Waktunya pun tidak menentu, tidak hanya saat Mei, namun bisa juga di waktu tertentu di bulan lain.

Kendati demikian, ia merasa tak khawatir bahwa pelanggan atau pembeli akan 'lari' ketika hal tersebut terjadi.

"Nggak terlalu khawatir, ya, karena saat air pasang pembeli tetap datang ke sini, mereka tetap membeli barang di toko," ujar H Rudi.

Karena, menurutnya, penjual di kios kawasan Pasar Besar Banjarmasin tersebut adalah penjual grosiran.

Kebanyakan pembeli grosiran yang datang adalah dari luar daerah. Jadi, mau tak mau, mereka yang jauh itu harus tetap membeli.

"Kalau ketinggian air sih memang tidak ada yang masuk toko, jadi barang tidak ada yang perlu dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi," tutup H Rudi.

Lain halnya dengan Ahmad, penjual pakaian pria eceran. Pengunjung ke tokonya cukup sepi, lantaran air menggenangi kawasan setempat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved