Singapura Buka-bukaan Alasan Pelarangan UAS Berlibur ke Negaranya, Kedubes RI Kirim Nota Diplomatik

akhirnya Pemerintah Singapura buka-bukaan mengenai alasannya melaran Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negaranya

Editor: Dwi Sudarlan
Instagram/zaskiasungkar15
Ustaz Abdul Somad yang saat ini sedang viral karena mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dan dideportasi oleh petugas Imigrasi Singapura. Berikut alasan otoritas Singapura soal tersebut. 

TRIBUNKALTENG.COM, SINGAPURA – Setelah ramai di publik dan Viral di Medsos, akhirnya Pemerintah Singapura buka-bukaan mengenai alasannya melaran Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negaranya.

Alasan pelarangan Ustaz Abdul Somad (UAS) ini dibuka olehKementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura, Selasa (17/5/2022) malam.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengaku diperlakukan secara tidak pantas, ditarik tasnya lalu dijebloskan ke ruang 1x2 meter kemudian dideportasi oleh Imigrasi Singapura.

Menurut pengakuan Ustaz Abdul Somad, dirinya datang ke Singapura bukan untuk berceramah melainkan berlibu bersama keluarga dan sahabat.

Baca juga: Petugas Imigrasi Singapura Tarik Tas Lalu Masukkan UAS ke Ruang 1x2 Meter, Begini Kata Dubes RI

Baca juga: Kabar Duka dari Ustaz Abdul Somad, Sosok Penting Bagi UAS Meninggal Dunia

Baca juga: UAS-Fatimah Menikah, Mantan Istri Ustaz Abdul Somad, Mellya Juniarti: Semoga Bahagia Dunia Akhirat

Alasan pelarangan Ustaz Abdul Somad (UAS) diitulis dalam tiga poin yang menjelaskan kronologi hingga dalih yang digunakan otoritas Singapura.

Pada poin pertama dijelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri Singapura memastikan bahwa ustadz Abdul Somad  tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022.

UAS disebut tiba dari Batam dengan enam pendamping perjalanan.

“Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama,” tulis pernyataan Kementerian itu.

Pada poin kedua, disebutkan bahwa Ustaz Abdul Somad Somad atau UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Misalnya, dia telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”.

“Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin (roh/setan) kafir".

Selain itu, Ustaz Abdul Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai “kafir” (kafir),” tulis pernyataan yang dirilis portal mha.gov.sg.

Pada poin ketiga, disebutkan bahwa masuknya pengunjung ke Singapura tidak otomatis atau menjadi hak.

Kemendagri Singapura menyatakan, setiap kasus dinilai berdasarkan kemampuannya sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved