Berita Kalbar

Oknum Polisi Kalbar Ditangkap Bawa 2 Ons Sabu, Terungkap Narkoba Jadi Alat Pengganti Bayar Utang

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat mengungkap kasus peredaran sabu sebanyak 200 gram atau 2 ons.

Editor: Fathurahman
Tribun Pontianak / Ferriyanto
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat, menangkap YD oknum anggota polisi di Kalbar yang membawa 2 ons sabu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat mengungkap kasus peredaran sabu sebanyak 200 gram atau 2 ons.

Seorang oknum anggota polisi di Kalimantan Barat ditangkap lantaran kedapatan membawa narkotika jebis sabu sebanyak 200 gram tersebut.

Saat pelaksanaan pemusnahan barang bukti sabu tersebut terungkap, sabu sebanyak 2 ons yang dimusnahkan ternyata merupakan barang barter untuk pembayaran utang.

Diuangkapkan, oknum polisi tersebut terlibat utang piutang denan seorang berinisial JL yang saat ini masih buron BNNP Kalbar.

Melalui JL tersebutlah, narkoba jenis sabu seberat 200 gram itu  didapat oknum polisi  sebagai barter pembayaran utang  JL yang saat ini masuk DPO BNNP Kalbar.

Baca juga: BNNP Kalbar Tangkap Seorang Oknum Anggota Polisi di Pontianak, Kedapatan Membawa 200 Gram Sabu

Baca juga: Polres Singkawang Gagalkan Transaksi Sabu dan Pil Ekstasi, Tangkap Pria Asal Kelurahan Sei Wie

Baca juga: VIDEO Binal, Berita Kriminal: Polisi Kalteng Dianiaya dan Istri Habisi Nyawa Selingkuhan Suami

Ini karena, JL tidak punya uang untuk bayar utang, sehingga sabu seberat 2 ons sebagai alat barter pembayaran utang JL kepada oknum polisi tersebut.

Oknum anggota Polri aktif berinisial YD (35) di Kalimantan Barat tersebut saat ini diamankan Tim Brantas BNN Provinsi Kalbar karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 2 ons tersebut.

Saat ditangkap, petugas juga mendapatkan sepucuk senjata api rakitan jenis Revolver.

Dari Pemeriksaan, ternyata sabu yang dibawa oleh YD ini berawal dari hutang piutang.

Kepala Bidang Pemberantasan, BNNP Kalbar Kombespol Adeyana Supriyana mengatakan bahwa penangkapan terhadap YD bermula saat pihaknya mendapat informasi adanya pengiriman narkoba jenis sabu dari wilayah perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang menuju Kota Pontianak.

Lalu, pada Rabu 21 April 2022 Tim BNN mendapati mobil yang dicurigai masuk ke Kota Pontianak, ketika mobil itu berada di kawasan Penyebrangan Fery jalan Gusti Situt Mahmud Pontianak, pihaknya melakukan penggrebekan.

Didalam mobil terdapat dua orang YD (35) dan KM (34).

Saat digeledah, petugas mendapati barang bukti sabu 200 gram di pintu kanan mobil dan satu pucuk senjata jenis Revolver.

"Saat diperiksa ternyata YD ini merupakan anggota Polri,"ungkap Kombespol Adeyana.

Dari pemeriksaan, YD mengaku bahwa sabu itu didapatnya dari seorang yang dipanggil Pak Itam di Kecamatan Jagoibabang, Kabupaten Bengkayang, dan pada 10 Mei 2022 sudah diamankan Polres Bengkayang.

"Hasil interogasi, YD mengaku mendapat Narkotika ini dari temannya berinisial JL yang masih DPO, karena JL ini berhutang 50 juta dan menjadi 70 juta kepada YD, Karena tidak tidak mampu membayarnya, JL menawarkan pembayaran hutang piutang diganti dengan sabu, dan YD menyetujuinya,"ungkap Kombespol Ade Yana.

Kemudian, YD pun berangkat ke Jagoibabang bersama temannya KM untuk mengambil sabu itu dari pria yang dipanggil Pak Itam. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Diringkus BNNP Kalbar, Motif YD Anggota Polri Aktif Bawa Sabu Berawal Dari Hutang Piutang

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved