Liga 2 2022

Beda dengan PSMS — PSIM, Pelatih Baru Sriwijaya FC Sebatas Kandidat, soal Pemain untuk Liga 2 2022?

Berita Liga 2 2022 terbaru datang dari Sriwijaya FC. Beda dengan PSIM, Sulut United, PSMS, Persiba dll Laskar Wong Kito masih belum ada pelatih baru.

Editor: Rahmadhani
Media Officer Sriwijaya FC
Sriwijaya FC saat masih dilatih Nil Maizar musim lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM - Berbeda dengan sebagian tim-tim Liga 2 2022 yang sudah memiliki kepastian, pelatih baru Sriwijaya FC masih sebatas kandidat.

Hingga saat ini Sriwijaya FC masih juga belum menentukan siapa pelatih yang akan menukangi Laskar Wong Kito untuk Liga 2 musim depan.

Hal ini berbeda dengan sejumlah tim yang sudah memastikan pelatih kepala sebagai persiapan menuju Liga 2 2022 yang digadang dimulai pada Juli mendatang.

Misalnya saja PSMS Medan yang sudah menunjuk I Putu Gede, kemudian Persiba Balikpapan yang menunjuk Ilham Romadhona, sementara Sulut United yang kini ditangani Jaya Hartono.

Sedangkan Persewar Waropen menunjuk Eduard Ivakdalam sebagai pelatih dan PSIM Yogyakarta yang memilih Imran Nahumarury sebagai pelatih musim depan.

Baru-baru ini, pihak Sriwijaya FC memberikan pernyataan soal kerangka tim musim depan.

Baca juga: Perubahan Jadwal Main Timnas U23 vs Thailand di SEA Games 2022, Termasuk Vietnam vs Malaysia

Baca juga: Kesempatan Balik ke Persipura Juga Besar, Manajemen PSS Respon Kabar Boaz Solossa Merapat ke Jogja

Direktur Teknik PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Indrayadi SE selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC angkat bicara alasan belum bisa memberikan statemen soal pemain hingga pelatih baru.

"Masalah eksekusi belum bisa ditentukan menunggu keputusan Presiden klub menyangkut pengambilalihan Sriwijaya FC ini belum bisa dipastikan, mengeksekusi itu perlu rapat manajemen," ungkap Kiper Legendaris Pusri Galatama, Indrayadi SE kepada Sripoku.com, Rabu (11/5/2022).

Mantan Pelatih kiper SFC mengakui sejauh ini memang manajemen belum melakukan pergerakan yang signifikan untuk memastikan pemain, memastikan pelatih.

"Itu kan belum bisa karena kalau kita sudah menyebut nama pelatih artinya kita sudah deal apa kan, sekarang kalau sudah ada deal harus ada konsekuensinya," kata pria kelahiran Sungailiat 24 April 1969.

Indrayadi yang juga menjabat Wakabid Binpres KONI Sumsel ini memaparkan alasan belum melakukan komitmen dengan calon pelatih dan pemain.

"Kita belum berani memutuskan juga nama pemain-pemain takut komitmen."

"Ketika kita berkomitmen, itu kan sudah menyangkut nasib orang lain, kalau kita berkomitmen sama orang, orang bergantung pada kita."

"Mengabaikan tim-tim lain tiba-tiba kita gak jadi sama dia, kita gak tahu ya manajemen diambil alih yang lain atau kepengurusannya berubah, kita gak enak juga," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved