Pasukan TNI AU Paksa Pesawat dari Malaysia Mendarat di Batam, Pesawat F16 Posisi Siap Tempur

Pesawat yang terbang dari Kuching, Malaysia itu langsung dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri)

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa via Tribunnews
Pesawat dari Malaysia dipaksa TNI AU mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, karena memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. 

TRIBUNKALTENG.COM, BATAM - Sikap tegas diperlihatkan pasukan TNI AU saat mendeteksi ada pesawat dari Malaysia yang menerobos batas wilayah Indonesia tanpa izin, pesawat F16 pun diterbangkan dalam kondisi siap tempur.

Pesawat yang terbang dari Kuching, Malaysia itu langsung dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Berdasar pemeriksaan, pilot pesawat sipil yang dipaksa mendarat itu adalah warga Inggris.

Bersama kopilot dan seorang kru, pilot berinisial MJT itu menjalani pemeriksaan di ruang isola Bandara Hang Nadim.

Baca juga: Menukik Lalu Meledak dan Terbakar, Ini Video Detik-detik Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines

Baca juga: Dua Marinir Gugur Kena Granat, Anggota TNI Ini Justru Berkhianat Gabung KKB Papua Egianus Kogoya

Baca juga: Danramil di Papua Disanksi oleh Mabes TNI AD, Personel TNI Dilarang Minta THR ke Warga & Perusahaan

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, sebagai negara yang berdaulat, Indonesia berkewajiban menjaga kedaulatan wilayahnya termasuk wilayah udara

Tugas-tugas tersebut diperankan oleh TNI AU dengan melaksanakan patroli dan pengawasan wilayah udara yurisdiksi nasional, baik menggunakan radar Hanud maupun pesawat tempur sergap.

Terkait tugas tersebut, ucap Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, satu pesawat sipil asing unschedule dengan call sign VOR06 nomor registrasi G-DVOR tipe DA62 yang sedang terbang dari Kuching ke Senai Malaysia, diperintahkan mendarat oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) di Batam, Jumat (13/5/2022).

Pesawat yang diterbangkan oleh MJT (pilot) warga negara Inggris dan TVB (kopilot) serta CMP (kru) diperintahkan mendarat di Lanud Hang Nadim Batam karena terbang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin dan tidak punya kelengkapan dokumen penerbangan.

“Apa yang terjadi di Lanud Hang Nadim Batam, menunjukkan tingginya kesiapsiagaan TNI AU dalam menjaga setiap jengkal wilayah udara nasional. Kita tidak akan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran wilayah udara,” ujar Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, Sabtu (15/5/2022).

Kadispenau menjelaskan, kronologis kejadian bermula dari terdeteksinya satu pesawat melanggar wilayah udara RI oleh Satrad 213 Tanjung Pinang. 

Setelah melaporkan hal tersebut ke komando atas, TNI AU menyiagakan satu flight F-16 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk melaksanakan intersepsi, sehingga dalam posisi siap tempur.

Namun, intersepsi tidak jadi dilakukan, dengan pertimbangan kru pesawat mentaati instruksi dan petunjuk Kosek IKN yang disampaikan melalui MCC Cengkareng, agar pesawat kembali ke Kuching

Mempertimbangkan keterbatasan bahan bakar pesawat, maka atas perintah Pangkoopsudnas, MCC mengarahkan pesawat tersebut mendarat di Lanud Hang Nadim Batam.

Pada saat mendarat di Lanud Hang Nadim Batam, mobil VCP Lanud Hang Nadim dan mobil AMC Bandara langsung memandu pesawat menuju apron. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved