Berita Pulang Pisau

4.000 Liter BBM Subsidi Diamankan Polda Kalteng, Tersangka Kumpulkan Bio Solar Dari Pelangsir

4.000 liter bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar berhasil diamankan Ditresrimsus Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Humas Polda Kalteng untuk Tribunkalteng.com
Petugas saat mengamankan BBM Subsidi jenis Bio Solar yang akan dijual lagi ke masyarakat dengan harga selisih lebih tinggi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - 4.000 liter bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar berhasil diamankan Ditresrimsus Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Berloksi di sebuah rumah, jalan Lintas Kaalimantan, RT 014, Kelurahan Anjir Pulang Pisau,  Kecamatan Kahayan Hilir,  Kabupaten Pulang Pisau. 

Hal tersebut disampaika Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto, melalui Kabidhumas Kombes Pol K Eko Saputro, Jumat (13/5/2022) dalam siaran press release tertulis. 

Dalam pengakuan tersangka berinisial GJ (49) membeli BBM subsidi tersebut melalui Pelangsir daei beberapa SPBU di Kabupaten Pulang Pisau, lalu tersangka menjual kembali dengan selisih harga yang lebih mahal. 

Sementara itu, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Rabu tanggal 11 Mei 2022, pukul 18.00 WIB melalui tangkap tangan langsung, setelah melakukan upaya penyelidikan sebelumnya. 

"Pada saat didapati banyaknya jumlah bbm yang ada hingga 4000 liter lebih atau setara kurang lebih 4 ton dan diakui sudah beberapa lama ini telah diperjulbelikan kepada masyarakat," kata Kombes Pol Eko Saputro. 

Lebih lanjut, aparat penegak hukum setidaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 75 jerigen ukuran 35 liter, 8 drum ukuran 200 liter dengan total BBM jenis Bio Solar sebanyak 4 ton, serta 1 unit mesin pompa minyak merk M2000.

"Keberhasilan kami dalam mengungkap kasus tindak pidana minyak dan gas bumi tersebut, tidak terlepas dari kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat," tegasnya. 

Pada kasus ini, lanjut Eko, pelaku akan dijerat dengan pasal 55 Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan Undang-Undang nomor 11 tahun 2022 pasal tentang energi dan sumber daya mineral.

"Adapun ancaman hukuman yang diterapkan yaitu pidana paling lama 6 (enam) tahun kurungan dan denda maksimal Rp 60 Miliar. Dan, saat ini tersangka sudah ditahan di Rutan Polda," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved