Berita Kalbar

Seorang Ibu di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Melahirkan Terpaksa Ditandu 3 Jam Mencapai Puskesmas

Rini terpaksa diangkut pakai tandu selama tiga jam oleh petugas dari rumahnya menuju puskesmas karena kendaraan roda empat tidak ada akses masuk rumah

Editor: Fathurahman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Foto Korem 121/Abw
Kelahiran anak perbatasan ini penuh perjuangan. Sang ibu terpaksa ditandu ke Puskesmas Senaning, Sintang, Kalimantan Barat lantaran kondisi jalan desa rusak berat. 

TRIBUNKALTENG.COM, SINTANG - Perjuangan ibu bernama Rini, warga perbatasan Indonesia-Malaysia yang betada di Dusun Enteli, Desa Neraci Jaya, Ketungau Hulu cukup berat saat ingin melahirkan.

Betapa tidak, untuk mencapai puskesmas tempatnya melahirkan dari rumahnya diperlukan tandu untuk mengangkut  Rini.

Rini terpaksa di angkut pakai tandu selama tiga jam oleh petugas dari rumahnya menuju puskesmas karena kendaraan roda empat tidak ada akses hingga masuk rumahnya.

Atas  bantuan petugas  yang mengangkutnya pakai tandu dari rumahnya ke Puskesmas memerlukan waktu 3 jam.

Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir dengan selamat dari rahim Ibu Rini.

Baca juga: Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Semakin Menurun, Zona Merah Palangkaraya Nihil

Baca juga: Pegawai Honorer Dinas Lingkungan Hidup Pemko Palangkaraya Bacok Anggota Polri, Terancam Dipecat 

Kelahiran anak perbatasan ini penuh perjuangan. Sang ibu terpaksa ditandu ke Puskesmas Senaning, Sintang, Kalimantan Barat lantaran kondisi jalan desa rusak berat.

Syukurnya, ada anggota Satgas Yonif 144/JY yang bergerak cepat membawa sang ibu ke Puskesmas meskipun dengan cara ditandu selama tiga jam.

Dansatgas Pamtas Yonif 144/JY, Letkol Inf Andri Suratman mengatakan setelag mendapat kabar dari warga bahwa ada yang akan melahirkan, Anggota Satgas gerak cepat membantu warga datang ke rumah untuk segera memberikan pertolongan.

Karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan, anggota Satgas berinisiatif membuat tandu menggunakan bambu dan Ponco untuk membawa ibu hamil besar itu secepatnya ke puskesmas Senaning.

"Akses jalan tidak bisa masuk mobil. Maka anggota satgas dengan sigap membawa ibu Rini dengan tandu untuk di antar ke puskemas agar selamat dalam persalinan," kata Dantsagas, dalam rilis yang diterima Tribunpontianak, Rabu 11 Mei 2022.

Rudi, suami Rini mengaku sangat terharu atas bantuan dan perjuangan anggota Satgas menandu istrinya sampai ke Puskemas Senaning hingga proses persalinan lancar.

"Keadaan jalan desa kami rusak parah tidak bisa masuk kendaraan dan jarak ke puskesmas sangat jauh juga. Saya sangat terharu dan senang atas persalinan istri saya yang sudah di bantu oleh bapak Satgas dengan sigap gerak cepat menandu membawa istri saya ke puskesmas. Saya mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan dari bapak-bapak Satgas yang telah membawa istri saya dengan menandu dengan alat seadanya," kata Rudi.

Dansatgas mengaku bersyukur bisa membantu warga perbatasan.


"Alhamdulillah setelah sampai di puskesmas lahir dengan selamat jenis kelamin laki-laki. Bagi ibu-ibu yang melahirkan kehadiran suami menjadi dukungan yang besar, rasa takut dan khawatir bisa hilang dengan dukungan anggota Satgas," katanya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Ibu Hamil Ditandu Selama 3 Jam, Bayinya Lahir Selamat di Perbatasan Sintang-Malaysia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved