Doa dan Amalan Islam

Niat & Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Fiqh Islam & Orang yang Harus Mengerjakannya Menurut Buya Yahya

Berikut ini penjelasan soal niat dan tata cara mandi wajib atau besar yang benar menurut fiqh Islam dari Buya Yahya & yang wajib mengerjakannya

Penulis: Nor Aina | Editor: Rahmadhani
YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya 

Buya Yahya menyampaikan dalam mengucapkan niat boleh menggunakan bahasa apapun, tidak perlu harus menggunakan bahasa Arab.

“Kalau bisa menggunakan bahasa Arab, pakai bahasa Arab," tuturnya.

"Kalau tidak bisa, pakai bahasa apapun boleh, yang terpenting adalah niatnya,” imbuhnya.

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Istimewa)

Berikut ini niat mandi wajib atau besar sesuai fiqh Islam untuk keperluan masing-masing:

1. Jika mandi besar disebabkan junub Mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah:

Arab latin: Bismillahirahmanirahim. Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhal lillahi ta'ala.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala."

2. Jika mandi besarnya disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah:

Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidi fardhal lillahi ta'ala.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haid, fardlu karena Allah Ta’ala."

3. Jika mandi besarnya disebabab karena nifas, maka niyat mandi besarnya adalah:

Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minan nafasi fardhal lillahi ta'ala.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala."

Syarat kedua mandi wajib menurut Buya Yahya adalah meratakan air ke seluruh tubuh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved