Berita Palangkaraya

Sampah Perbaikan Rumah hingga Sisa Tebangan Pohon Penyumbang Sampah saat Lebaran di Palangkaraya

Kepala DLH Palangkaraya Achmad Zaini mengatakan untuk sampah saat lebaran hingga pasca didominasi sisa sampah perbaikan rumah hingga tebangan pohon

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Seorang Pemulung, Hariyadi tengah mengangkat sampah yang ia kumpulkan dari TPS Bukut Tunggal, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sudah bisa dipredisikan jumlah atau volume sampah di Kota Palangkaraya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jumlah sampah Kota Palangkaraya capai angka 150 ton perharinya. Bahkan terjadi penambahan 15 ton perhari saat Lebaran hingga pasca Lebaran.

Hal tersebut semakin menambah banyak jumlah sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bukit Tunggal berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km 14, Bukit Tunggal, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangkaraya, Achmad Zaini mengatakan, beberapa penyumbang sampah di Kota Palangkaraya.

“Beberapa hari sebelum Lebaran, sampah tak hanya berasal dari limbah rumah tangga,” ujarnya, Selasa (10/5/2022).

Ia menambahkan, namun juga berasal dari sampah masyarakat yang membersihkan dan memperbaiki rumah.

Baca juga: Saat Lebaran, Volume Sampah Kota Palangkaraya Meningkat Capai 165 Ton Perhari

Baca juga: Bantaran Sungai Kahayan & Pelabuhan Rambang Banyak Tumpukan Sampah Rumah Tangga

Bahkan sampah tebangan pohon pun ikut sumbangsih dalam jumlah sampah harian di Kota Palangkaraya.

"Pada saat Lebaran sampai pasca Lebaran, sampah dari sisa makanan dan minuman kemasan yang mendominasi,” ungkap Achmad Zaini.

Pada tempat yang berbeda, Pemulung, Hariyadi mengatakan, sampah saat Lebaran masih banyak yang berguna dan dapat dijual.

“Sampah seperti toples, botol minuman, dan kardus-kardus masih bisa digunakan kembali atau untuk dijual,” ujarnya.

Hasil sampah yang ia kumpulkan selama sebulan, akan dijual kembali pada pengepul.

“Biasanya dijual kalau sudah sebulan sampai dua bulan, kalau dijual perminggu uang hasil jualnya sedikit,” terang Hari.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Bersihkan Area Pelabuhan Beringin dari Sampah, Pasca Operasi Pencarian Dihentikan

Ia mengatakan, penghasilannya perbulan bisa mencapai Rp 2 juta.

“Kalau lagi mulung bisa dapat, kardus, kertas, plastik, botol minuman, dan besi. Jadi barang tersebut bisa dijual atau mau digunakan kembali,” jelasnya.

Hariyadi pun mengatakan, kalau ada hari raya pasti banyak yang barang yang bisa dijual kembali.

Ia sudah bekerja sebagai pemulung di TPA Bukit Tunggal selama 8 tahun.

“Sudah 8 tahun, kalau ibarat anak kecil sudah kelas 2 SD,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved