Berita Palangkaraya

Saat Lebaran, Volume Sampah Kota Palangkaraya Meningkat Capai 165 Ton Perhari

Usai hari raya Lebaran, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bukit Tunggal kedatangan 15 ton sampah dari Kota Palangkaraya, di Km 14 Kota Palangkaraya

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Tempat Pemrosesan Sampah (TPS) Bukit Tunggal, Jalan Tjilik Riwut Km 14, Kota Palangkaraya, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Usai hari raya Lebaran, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bukit Tunggal kedatangan 15 ton sampah dari Kota Palangkaraya.

Lokasi tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 14, Bukit Tunggal, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bagaimana tidak, sampah-sampah tersebut merupakan sisa dari makanan dan minuman dalam tradisi open house.

Makanan dan minuman kemasan, sampah sisa tersebut banyak tak bisa digunakan kembali.

Sehingga, dengan terpaksa sisa-sisa tersebut harus langsung dibuang.

Tak heran mengapa terjadi penambahan 15 ton sampah harian.

Baca juga: Buang Sampah di TPS Harus Sesuai Jadwal, Satpol PP dan DLH Palangkaraya Ketatkan Pengawasan

Baca juga: Tumpukan Sampah Mencemari Lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Insan Kota Palangka Raya

Bahkan pada hari normal, jumlah sampah Kota Palangkaraya berada pada angka 145 ton hingga 150 ton perhari.

Jika ditotal dengan sampah saat Lebaran dan pasca Lebaran, maka jumlah sampah menjadi 160 ton hingga 165 ton perharinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, Achmad Zaini membenarkan adanya peningkatan jumlah produksi sampah.

“Betul, selama Hari Raya Lebaran, sampai di Kota Palangkaraya meningkat hingga 15 ton perharinya,” tuturnya pada Tribunkalteng.com, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Sampah Plastik Mendominasi Muncul saat Terjadi Banjir

Ia mengatakan, hal ini disebabkan oleh sisa sampah dari makanan dan minuman saat Hari Raya Lebaran.

“Karena ada budaya open house, yang mengharuskan makan bersama untuk saling bersilahturahmi,” terang Achmad Zaini.

Achmad Ziani menegaskan, itulah yang menjadi faktor terjadinya peningkatan jumlah sampah di Kota Palangkaraya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved