Berita Kapuas

Buku Tentang Bimbingan Konseling, Kepala MTsN 1 Kapuas Kalteng Apresiasi Buku Karya Guru BK

Berkarya di tengah pandemi, itulah yang dilakukan Emma Rosiana guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 1 Kapuas.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Fathurahman
istimewa
Guru BK MTsN 1 Kapuas, Emma Rosiana dan buku "Bimbingan dan Konseling, Diantara Pandemi dan Perubahan" 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Berkarya di tengah pandemi, itulah yang dilakukan Emma Rosiana guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 1 Kapuas.

Mampu menulis sebuah karya berupa buku tentang Bimbingan Konseling, bersama tiga rekan seprofesi yakni, Erliana dan Herry Hartono  Helmi Supriyanti, guru BK dari madrasah berbeda di Kalteng.

Buku dengan judul "Bimbingan dan Konseling, Diantara Pandemi dan Perubahan" telah dilaunching akhir Ramadhan tadi di Palangkaraya.

Kepala MTsN 1 Kapuas, Arbainsyah mengapresiasi apa yang dilakukan guru BK di madrasahnya.

Baca juga: 23 Kelurahan Kota Palangkaraya Masuk Zona Hijau, Usai Lebaran 2022 Penyebaran Covid-19 Melandai

Baca juga: Guru Madrasah Kapuas Tulis Buku, Bimbingan dan Konseling Diantara Pandemi dan Perubahan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalteng Hari ini, Hujan Lebat Sejak Dini Hari Sebabkan Rumah dan Jalan Terendam

Menurutnya melalui penulisan sebuah buku menandakan bahwa guru tersebut aktif dan kreatif untuk mencari solusi dari setiap problematika yang dihadapi dalam tugasnya.

"Terlebih lagi BK merupakan salah satu layanan pendidikan, yang sangat penting dan dirasakan keperluan dan urgensinya, baik pada sekolah umum maupun madrasah," ungkap Arbainsyah, Rabu (4/5/2022).

Dilanjutkannya, seorang guru BK dituntut untuk melaksanakan tugas dan kewajiban secara maksimal.

Dalam setiap pelaksanaan tugas tersebut tentunya akan dihadapkan pada problematika.

Baik dengan peserta didik, orang tua atau wali sesuai keadaan yang sedang berkembang.

"Kehadiran buku Bimbingan dan Konseling, Diantara Pandemi dan Perubahan, solusi tepat untuk membantu para pendidik," lontarnya.

Yakni dalam menata hati dan pikiran, memahami karakter peserta didik dan situasi yang dihadapi.

"Untuk menjadi insan yang cerdas, intektual dan spiritual," pungkas Arbainsyah. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved