1 Jam Jelang Sholat Idul Fitri, Siswa SMP Ini Meninggal Keluar Banyak Darah, Dikeroyok Pakai Sajam

Zico Andriani Zedan meninggal hanya satu jam sebelum Sholat Idul Fitri 2022 dimulai, setelah kehabisan darah akibat tusukan di paha

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Ilustrasi pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang berujung meninggalnya siswa SMP sekira 1 jam jelang Sholat Idul Fitri. 

TRIBUNKALTENG.COM, SEMARANG - Tragedi Idul Fitri 2022, kebahagiaan suasana Lebaran 2022 urung dirasakan siswa SMP di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) Zico Andriani Zedan (15).

Zico Andriani Zedan meninggal sekira hanya satu jam sebelum Sholat Idul Fitri 2022 dimulai, setelah kehabisan darah akibat tusukan menggunakan senjata tajam (sajam) di paha kanan.

Tak hanya Zico Andriani Zedan, sang paman, Rizky (23) juga mengalami luka-luka dikeroyok pelaku penusukan yang berujung nahas itu.

Rizky yang hendak menanyakan permasalahan sehingga Zico ditusuk justru langsung dikeroyok hingga mengalami luka-luka.

Baca juga: Polisi Tangkap Putra Siregar Bos PS Store Diduga Terlibat Pengeroyokan, Ada Nama Artis Lainnya

Baca juga: Lerai Tawuran, Kepala Kena Sabetan Perang Sarung, Siswa SMA Ini Meninggal tak Mampu Bayar Operasi

Baca juga: Gegara Injak Siswa Berambut Gondrong Saat Push Up, Kepala Sekolah Ini Diturunkan Jadi Guru Biasa

"Paman sudah tanya baik-baik siapa yang nusuk korban, di antara mereka malah ada yang jawab gak terima (kejadian penusukan) tarung sama saya," ujar Kakak Zico, Nanda, Senin (2/5/2022) malam.

Tak hanya dihujani bogem mentah, paman korban juga dihantam botol minuman keras.

Zico Andriani Zedan adalah siswa kelas 3 di sebuah SMP swasta di Kota Semarang.

Dia berasal dari Demak dan kos di Semarang bersama sang kakak.

Kabarnya, Zico ditusuk pelaku lantaran tak mau menjual handphone hasil curian.

Para pelaku juga takut bilamana Zico malah melapor ke polisi akibat ulah mereka mencuri handphone.

Dugaan motif tersebut yang membuat pelaku gelap mata menusuk Zico saat subuh di hari lebaran.

"Pelaku khawatir Zico mau lapor ke polisi atas pencurian tersebut, itu informasi dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian," kata Nanda.

Nanda mengaku, hanya mengenal seorang teman pelaku yang merupakan warga sekitar tempat mereka kos.

Teman pelaku tersebut saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved