Lebaran 2022

Sejarah Idul Fitri Semasa Rasulullah SAW, Sholat Id Pertama dalam Kondisi Masih Luka Usai Perang

Minggu (1/5/2022) besok, pemerintah menggelar Sidang Isbat untuk menentukan Idul Fitri 2022, begini sejarah Idul Fitri di masa Rasulullah SAW

Editor: Dwi Sudarlan
royanews.tv
Ilustrasi Hari raya Idul Fitri 1443 H, begini sejarah Idu Fitri semasa Rasulullah SAW. 

TRIBUNKALTENG.COM - Minggu (1/5/2022) besok, pemerintah menggelar Sidang Isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 2022, begini sejarah Idul Fitri di masa Rasulullah SAW.

Untuk 2022 ini, Hari Raya Idul Fitri 1443 H ditetapkan pada 2 Mei 2022 oleh PP Muhammadiyah.

Sementara pemerintah akan menetapkan 1 Syawal 1443 H setelah Sidang Isbat pada Minggu 1 Mei 2022.

Setiap Hari Raya Idul Fitri, semua umat muslim di seluruh dunia merayakannya dengan penuh kebahagian.

Baca juga: Minal Aidin Wal Faidzin Kurang Tepat, Inilah Ucapan dan Doa Idul Fitri 2022 versi Panjang & Pendek

Baca juga: Doa Idul Fitri 2022, Kumpulan Ucapan Lebaran dalam Bahasa Inggris dan Terjemahan untuk Medsos

Baca juga: Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang, Ini Penjelasan Buya Yahya yang Sesuai Mazhab

Bagaimanakah suasana dan kondisi Nabi Muhammad SAW saat merayakan hari raya Idul Fitri kali pertama?

Ada sebuah riwayat yang menceritakan tentang asal mula terjadinya Hari Raya Idul Fitri, disyariatkan pada tahun pertama bulan hijriyah, namun baru dilaksanakan pada tahun kedua Hijriyah.

Sebelum ajaran Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Mekkah, masyarakat Jahiliyah Arab sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan.

Kaum Arab Jahiliyah menggelar kedua hari raya itu dengan menggelar pesta-pora.

Selain menari-nari, baik tarian perang maupun ketangkasan, mereka juga merayakan hari raya dengan bernyanyi dan menyantap hidangan lezat serta minuman memabukkan.

’Nairuz dan Mahrajan merupakan tradisi hari raya yang berasal dari zaman Persia Kuno,’’ tulis Ensiklopedi Islam.

Setelah turunnya kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadhan pada 2 Hijriyah, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha." (HR Daud dan Nasai)

Setiap kaum memang memiliki hari raya masing-masing.

Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi dan Rasul mengutip sebuah hadits dari Abdullah bin Amar:

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved