Berita Katingan

Lewat Restoratif Justice, Jampidum Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan dan Pencurian di Katingan

Kasus penganiayaa yang dilakukan tersangka ME dan Tersangka S melalui keadilan Retorastiv Justice.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalteng, Dodik Mahendra SH MH 

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN- Kasus penganiayaan berupa pemukulan yang dilakukan tersangka ME dan kasus pencurian untuk Tersangka S diselesaikan melalui keadilan Restoratif (Restoratif Justice).

Kasus penganiayaan dilakukan oleh tersangka ME terjadi di Jalan Lintas Tumbang Samba Desa Manduing Taheta Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum  (Jampidum) melalui Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, menyetujui Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Perkara Tindak Pidana dari Kejaksaan Negeri Katingan atas nama tersangka ME disangka melanggar pasal 351 Ayat 1 KUHP dan tersangka S disangka melanggar Pasal 362 KUHP.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalteng, Dodik Mahendra SH MH, dikonfirmasi, Rabu (27/4/2022) membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat Sebut Silaturahmi Kunci Kebersamaan dan Kerukunan Masyarakat

Baca juga: 90 Persen ASN Pemko Palangkaraya Sudah Terima THR, Total Digelontorkan Rp 26 Miliar

Baca juga: Bapak Empat Anak di Palangkaraya Tega Ancam Bakar Rumah Ibu & Tempat Usaha Milik Adiknya

Dia mengungkapkan, Ekspose secara virtual yang dihadiri Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, SH., MH., Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Iman Wijaya, S.H., M.Hum, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Dr. Siswanto, SH., MH., Aspidum, Kajari Katingan beserta Jajaran.

"Kronologis tindak pidana Penganiayaan yang dilakukan Tersangka ME. Berawal pada hari Selasa tanggal 22 Maret 2022 sekira pukul 09.00 WIB tersangka ME tiba di areal Logpond PT. Mitra Sarana Lintas Usaha (MSLU) di Jalan Lintas Tumbang Samba Desa Manduing Taheta Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah," ujarnya.

Kemudian tersangka melihat mobil saksi korban AR sedang parkir di tempat bongkar BBM di PT. MSLU, setelah itu saksi R yang berada di sebelah mobil saksi korban memanggil tersangka dan tersangka mendatangi saksi R sedangkan saksi korban berdiri di samping kanan tersangka sambil mendengarkan saksi R menjelaskan cara kerja alat ukur BBM tersebut.

Selanjutnya tersangka memberitahukan kepada saksi R bahwa jumlah BBM yang dikirim kadang berkurang jumlahnya.

Lalu saksi korban berkata ”Ukuran BBM Itu pas saja tidak berkurang”, kemudian tersangka menunjukan foto-foto pengiriman BBM ke saksi korban dan saksi korban berjalan sambil berkata ”Selama ini BBM tidak pernah kurang  kalau kurang berarti disini yang kurang karena kami tidak pernah mengurangi takaran”.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved