Berita Palangkaraya

Dekranasda Pusat Souvenir Khas Kalteng, Jadi Tempat Pemasaran Kerajinan Tangan Pengrajin Lokal

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) selain di jalan Batam, Palangkaraya, ada Pusat Souvenir Khas Kalteng, yaitu di Dekranasda. 

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Seorang pengunjung di Dekransda Pusat Souvenir Kalteng memilih Oleh-oleh yang akan diberikan kepada tamunya dari Jerman, Selasa (26/4/2022).    

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Saat berkunjung di sebuah daerah, tak sah jika membawa Oleh-oleh khas.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) selain di jalan Batam, Palangkaraya, ada Pusat Souvenir Khas Kalteng, yaitu di Dekranasda. 

Bertempat di jalan Imam Bonjol, Palangkaraya. Pelancong maupun masyarakat yang ingin membeli Oleh-oleh khas Kalteng tak perlu repot menempuh jarak jauh, karena tempat tersebut berada di pusat Kota Cantik. 

Tempat tersebut menjual aneka souvenir cantik, makanan, kerajinan, baju, tas hingga kain batik bermotif kesenian Kalteng yang kerap dijadikan Oleh-oleh bagi tamu dari luar negeri.

Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual Begal Payudara, Penyidik Polresta Palangkaraya Selidiki Pelakunya

Baca juga: 22 Orang Jemaah Tunda Keberangkatan, 731 Jemaah Haji Kalteng Berhak Berangkat Tahun Ini

Baca juga: Mudik Kalteng, Lonjakan Penumpang di Bandara Tjilik Riwut Pesawat Diprediksi Terjadi H-3 Idul Fitri

Semuanya itu diproduksi masyarakat lokal Kalteng, seperti kain batik diproduksi oleh Griya Batik Umiy Lasega yang merupakan pusat produksi kerajinan batik lokal Kabupaten Lamandau yang ada di desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik. 

"Kami menjual aneka makanan, aksesoris, kerajinan, tas, baju, dan kain khas Kalteng. Yang diproduksi masyarakat lokal yang dibina Dekranasda," kata Staff Dekranasda, Zara, Selasa (26/4/2022). 

Terpajang rapi dan menarik aneka produk masyarakat lokal tersebut dengan bandrol harganya. Dari puluhan ribu hingga ratusan ribu, tergantung jenis, tingkat kesulitan dan bahan produk. 

Rio salah seorang pengunjung, menuturkan jika dia mau membeli Oleh-oleh khas Bumi Tambun Bungai Kalteng untuk tamunya dari negara Jerman. 

"Saya mau cari oleh-oleh khas Kalteng untuk tamu dari Jerman, ini masih pilih-pilih yang bagus," ucap Rio. 

Dia berharap agar oleh-oleh khas Kalteng lebih dibanyak variasinya. Serta harganya ada kelas bawah, menengah dan atas. 

"Desain arsitekturnya mungkin bisa ditonjolkan khas Kalteng, lalu variasi lebih banyak, dan harganya sesuai kantong masyarakat. Ada yang kelas bawah, menengah, dan atas," harapnya. 

Sementara itu Zara membeberkan, penjualan saat ini ada lebih meningkat dari sebelumnya saat PPKM Covid-19. 

Di launchingnya toko ecommerce Dekranasda bernama tokokaltengberkah.com yang dilaunching hari ini diharapkan membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalteng. 

Yang didalamnya terdiri dari 300 perajin dan IKM yang tersebar di wilayah Kalteng melalui binaan, pelatihan dan bimbingan teknis Dekranasda Kalteng. 

Saat ini Ketua Dekranasda Kalteng dipimpin oleh Ivo Sugianto Sabran, Ketua Harian Aster Bonawaty. Mereka terus mendorong masyarakat Kalteng agar terus produktif barkarya, mewujudkan Kalteng lebih berkah. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved