Ramadhan 2022

Tadarus Ramadhan 2022, Amalan Surat Al Hasyr Penyembuh Segala Penyakit, Arab, Latin & Terjemahan

Pada 10 malam terakhir Ramadhan 2022, sangat disarankan memperbanyak Tadarus Al Quran, seperti membaca Surat Al Hasyr

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng
Ilustrasi Surat Al Hasyr dalam Tadarus Ramadhan 2022. 

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نَافَقُواْ يَقُولُونَ لِإِخۡوَٰنِهِمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَئِنۡ أُخۡرِجۡتُمۡ لَنَخۡرُجَنَّ مَعَكُمۡ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمۡ أَحَدًا أَبَدٗا وَإِن قُوتِلۡتُمۡ لَنَنصُرَنَّكُمۡ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ

Alam tara ilaal ladziina naafaquu yaquuluuna la ikhwaanihimul ladziina kafaruu min ahlil kitaabi la in ukhrijtum lanakhrujanna ma'akum wa laa nuthii'u fiikum ahadan abadan wa in quutiltum lananshurannakum wallahu yasyhadu innahum lakaadzibuun.

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab, sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu, dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu. Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta."

لَئِنۡ أُخۡرِجُواْ لَا يَخۡرُجُونَ مَعَهُمۡ وَلَئِن قُوتِلُواْ لَا يَنصُرُونَهُمۡ وَلَئِن نَّصَرُوهُمۡ لَيُوَلُّنَّ ٱلۡأَدۡبَٰرَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ

La in ukhrijuu laa yakhrujuuna ma'ahum wa la in quutiluu laa yanshuruunahum wa la in nasharuuhum layuwallunnal adbaara tsumma laa yunsharuun.

"Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang; kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan."

لَأَنتُمۡ أَشَدُّ رَهۡبَةٗ فِي صُدُورِهِم مِّنَ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَفۡقَهُونَ

Antum asyaddu rahbatan fii shuduurihim minallahi dzaalika bi annahum qaumun laa yafqahuun.

"Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti."

لَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرٗى مُّحَصَّنَةٍ أَوۡ مِن وَرَآءِ جُدُرِۢۚ بَأۡسُهُم بَيۡنَهُمۡ شَدِيدٞۚ تَحۡسَبُهُمۡ جَمِيعٗا وَقُلُوبُهُمۡ شَتَّىٰۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَعۡقِلُونَ

Laa yuqaatiluunakum jamii'an illaa fii quran muhash shanatin au min waraa i judurin ba`suhum bainahum syadiidun tahsabuhum jamii'an wa quluubuhum syattaa dzaalika bi annahum qaumun laa ya'qiluun.

"Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti."

كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ قَرِيبٗاۖ ذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kamatsalil ladziina min qablihim qariiban dzaaquu wa baala amrihim wa lahum 'adzaabun aliim.

"Mereka adalah seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih."

كَمَثَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ إِذۡ قَالَ لِلۡإِنسَٰنِ ٱكۡفُرۡ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيٓءٌ مِّنكَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Kamatsalisy syaithaani idz qaala lil insaani ikfur fa lammaa kafara qaala innii barii un minka innii akhaafullaha rabbal 'aalamiin.

"Bujukan orang-orang munafik itu adalah seperti bujukan shaitan ketika dia berkata kepada manusia, kafirlah kamu, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata, sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam."

فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِي ٱلنَّارِ خَٰلِدَيۡنِ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ

Fakaana 'aaqibatahumaa annahumaa fiinnaari khaalidaini fiihaa wa dzaalika jazaa uzh zhaalimiin.

"Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim."

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Yaa ayyuhaal ladziina aamanuuut taquullaha waltanzhur nafsun maa qaddamat lighad, waattaquullaha innallaha khabiirun bimaa ta'maluun.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ

Wa laa takuunuu kaal ladziina nasuullaha fa ansaahum anfusahum uulaa ika humul faasiquun.

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."

لَا يَسۡتَوِيٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۚ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ

Laa yastawii ashhaabunnaari wa ashhaabul jannati ashhaabul jannati humul faa izuun.

"Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung."

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ

Lau anzalnaa haadzaal qur aana 'alaa jabalin lara-aitahuu khaasyi'an mutashaddi'an min khasyyatillahi wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa li-nnaasi la'allahum yatafakkaruun.

"Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir."

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Huwallahul ladzii laa ilaha illaa huwa 'aalimul ghaibi wasy syahaadati huwar rahmanur rahiim.

"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ

Huwallahul ladzii laa ilaha illaa huwal malikul qudduusussalaamul mu`minul muhaiminul 'aziizul jabbaarul mutakabbiru subhaanallahi 'ammaa yusyrikuun.

"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

Huwallahul khaaliqul baari-ul mushau wiru lahul asmaa ul husnaa yusabbihu lahuu maa fiis samaawaati wal ardhi wahuwal 'aziizul hakiim.

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Kandungan Surat Al Hasyr

Dari terjemahannya, Surat Al Hasyr memiliki beberapa kandungan makna.

Di antaranya mengenai para ahli kitab yang dibenci Allah SWT, perintah takwa, hingga sikap muslim kepada umat non muslim.

Selanjutnya menerangkan kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta.

Disarikan dari berbagi sumber, ayat 21-24 surat Al Hasyr memiliki fadhillah dahsyat.

Fadhilah atau keutamaan ayat 21-24 Surat Al Hasyr bila dibaca dan diamalkan secara istiqomah:

1. Obat dari Segala Macam Penyakit Kecuali Kematian.

Rasulullah Saw bersabda : Jibril pada saat itu menurunkan surat ini dia berkata padaku : Letakan tanganmu di atas kepalamu. Sebab sesungguhnya surat ini yakni obat dari macam penyakit kecuali kematian (HR Khatib Al Baqhadadi).

2. Terhindar dari Godaan Jin.

Abu Ayyub ra (Sahabat Rasulullah) berkata pada Jin : Maukah engkau memberitahu kami surat yang paling utama untuk melindungi diri kami dari gangguan jin ? Kemudian jin itupun menjawab : Doa paling utama dapat melindungi kalian dari gangguan kami yakni beberapa surat dalam Al Qur’an salah satu yakni surat Al Hasyr ayat terakhir (HR Ibnu Marduwaih).

3. Apabila Meninggal Dunia Maka Allah Menghapus Segala kesalahan 

Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa yang membaca surat ini pada ayat akhir, kalau ia meninggal ketika siang ataupun malam hari. Maka Allah akan menghapus segala kesalahan yang sudah diperbuatnya (HR Ibnu Marduwaih).

4. Meninggal dalam Keadaan Mati Syahid.

Rasulullah SAW memerintahkan pada lelaki yang sedang berbaring di tempat tidurnya, agar membaca surah ini ayat terakhir. Beliau bersabda: Jika engkau meninggal, maka engkau akan meninggal dalam keadaan syahid (HR Ibnu Sunni).

5. Doa Menjadi Mustajab (Makbul).

Rasulullah SAW bersabda pada Baro’ bin Azib r.a (sahabat setia Rasulullah SAW) : Jika engkau ingin doa menjadi makbul (diijabahi) Allah SWT. Maka bacalah sepuluh yang pertama yakni surat Al Hadid serta pada ayat terakhir Al Hasyr. (HR Ali Abdur-rahman).

Rasulullah SAW bersabda : Ismul A’dzom terdapat pada 6 ayat terakhir dari surah Al Hasyr (HR Ad Dailami).

6. Allah akan Mengirimkan 70.000 Malaikat Untuknya.

Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa membaca menimal 3x. Maka Allah SWT akan mengirimkan 70.000 malaikat untuk mendoakan keselamatan baginya hingga sampai sore tiba. Dan apabila dia meninggal pada siang itu, maka insyaAllah dia akan mati dalam keadaan syahid, serta bagi siapa yang membaca surat tersebut di sore hari, maka dia akan dalam keadaan seperti diatas hingga waktu pagi hari tiba yakni (mati dalam keadaan syahid) (HR Tirmidzi). 

7. Sebagai Jaminan Masuk Surga.

Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa membaca ayat terakhir tersebut pada saat pagi ataupun sore hari, apabila dia mati, maka insyaAllah dia akan masuk surga sebab dia (mati syahid) (HR Ibnu Baihaqi)

8. Dapat Mengejar Amalan yang Telah Terlewatkan.

Rasulullah SAW bersabda : Bagi siapa membaca surah ini pada ayat terakhir ketika pagi hari, maka dia sudah mengejar amalan yang sudah terlewatkan pada malam harinya. Dan begitu juga jika dibaca pada sore hari dia  telah mengejar amalan yang telah terlewatkan pada siang hari (HR Ibnu Dhoris). (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved