Breaking News:

Berita Kaltara

Diduga Jadi Korban Penganiayaan Orangtuanya Sejak Lama, Balita di Tarakan Kondisi Memprihatinkan

Dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan orang tuanya sendiri, balita 3,4 tahun di Tarakan, diduga sudah lama terjadi, kondisi memprihatinkan

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kondisi F saat didampingi oleh petugas rumah sakit di RSUD dr H Jusuf SK. 

TRIBUNKALTENG.COM, TARAKAN -  Dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan orang tuanya sendiri, seorang balita 3,4 tahun di Tarakan, diduga sudah lama terjadi, dan kondisinya sungguh memprihatinkan

Unit PPA Polres Tarakan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan mendampingi F, anak usia 3,4 tahun yang menjadi korban kekerasan fisik orangtua sendiri.

Kepala DP3APPKB Kota Tarakan, Hj Maryam yang ditemui awak media ini mengungkapkan bagaimana awal mula akhirnya kasus F mencuat ke publik.

Itu semua berawal dari pertemuan yang dilakukan di Kelurahan Selumit Pantai pada Selasa (19/4/2022) lalu.

Salah satunya dikatakan Hj Maryam, ada pembahasan mengenai angka stunting atau persoalan gizi kronis, yang dialami anak dikarenakan kurangnya asupan dalam waktu yang lama yang dialami anak di Kota Tarakan.

Dalam pertemuan tersebut, salah seorang RT ikut memberikan informasi mengenai satu anak diduga mengarah pada kondisi stunting, dan juga kondisinya kerap mengalami perlakuan buruk oleh orangtua.

Baca juga: Dugaan Penganiayaan Balita di Tarakan, Ibu Kandung & Ayah Sambung Terancam 10 Tahun Penjara

Berbekal foto yang diperoleh RT setempat di Kelurahan Selumit Pantai, akhirnya pihak (DP3APPKB) Kota Tarakan memutuskan untuk menjemput langsung korban di kediamannya sekitar Rabu (22/4/2022).

“Beliau sampaikan ada luka dan cukup harus menjadi perhatian. Oleh Bu RT foto yang diperlihatkan perlu kami selidiki. Ini stunting-nya apakah murni karena gizi buruk atau juga stunting karena ada perlakuan yang lain yang tidak baik terhadap anak ini,” ungkap Maryam.

Kemudian lanjut Maryam, pada Kamis (23/4/2022) pihaknya langsung bergerak ke lokasi.

Sesampai di kediamannya, kondisi rumah tak ditemukan kedua orangtuanya dan hanya ada F di dalam rumah ditinggalkan dalam kondisi kipas yang bagi depannya terbuka dan dalam kondisi berputar.

Begitu juga api masih menyala dari pembakaran di dapur rumah.

Tim langsung melihat kondisi F dan menurut Hj Maryam harus segera dilaksanakan visum.

Saat itu juga langsung berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Tarakan untuk membuat pelaporan sembari membawa anak tersebut ke RSUD dr.H.Jusuf SK untuk divisum.

“Kami angkut semuanya saat itu tiga-tiganya sama dua adiknya F ini. Kami akhirnya bawa. Sebelumnya kami lapor ke Unit PPA Polres Tarakan, jadi buat laporan sambil kami bawa anak ini mencari orangtuanya. Kami minta untuk divisum ini kenapa sampai biru-biru mencurigakan,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved