Ramadhan 2022

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang, Ini Penjelasan Buya Yahya yang Sesuai Mazhab

Apakah boleh atau tidak membayar zakat fitrah denga uang? Berikut penjelasan mengenai hukum membayar zakat fitrah dengan uang dari Buya Yahya.

Penulis: Nor Aina | Editor: Rahmadhani
via Tribunpekanbaru.com
Ilustrasi zakat fitrah 

“Dalam keadaan normal pun boleh kita ganti dengan uang,” jelasnya.

Hal ini bisa dilakukan tergantung pada kenyamanan sang fakir itu sendiri.

“Bahkan bisa jadi di hari ini sangat lebih perlu kepada yang namanya uang, daripada beras. Karena beras mungkin sudah ada, tapi lauk yang belum ada,” ucapnya.

Hal ini merupakan pendapat Imam besar mazhab Imam Hanafi.

Buya Yahya pun menerangkan untuk umat Islam yang ingin membayar zakat fitrah dengan uang, menurutnya tak usah ragu.

Hal itu bisa dilakukan dengan mengikuti mazhab Hanafi.

"Maka tidak usah ragu, jika ingin menggunakannya, maka ikutlah mazhab Hanafi," terangnya.

Adapun sebagian yang mendiskusikan tentang taqlid harus mengikuti hitungan takaran mazhab Hanafi.

“Ulama-ulama sudah menjelaskan, ikutlah saja langsung ukurannya mazhab Syafi'i, kemudian diganti dengan uang,” jelasnya lagi.

"Dan di dalam mazhab Abu hanifa sendiri ada dua," lanjutnya

Buya Yahya mengatakan perbedaan diantara mereka bukan berada di dalam mazhab Hanafi sendiri.

Tetapi, menurutnya perbedaannya dalam hitungan menbayar zakat fitrah nya.

"Ada yang setengah sha, ada yang 1 sha," ungkapnya.

“Setengah sha, kalo kita mengeluarkan Bur, atau mengeluarkan anggur yang dikeringkan," tambahnya.

"Mungkin ini lebih mahal. Lain halnya dengan kurma, maka satu sha,” sambung Buya Yahya.(*)

(Tribunkalteng.com/Nor Aina)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved