Berita Kalteng

Surat Edaran Kemenhub dan Satgas Covid-19, Percepat Capaian Vaksinasi Booster Kalteng

Vaksin dosis 3 atau booster di Kalimantan Tengah capai angka 282.862 atau 13,89 persen dari total target 2.036.104 dosis.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Vaksin Booster salah satu syarat wajib bagi penumpang naik pesawat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Vaksin dosis 3 atau booster di Kalimantan Tengah capai angka 282.862 atau 13,89 persen dari total target 2.036.104 dosis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah (Kalteng), Falery Tuwan mengatakan penambahan penerima booster naik cukup banyak.

“Warga yang menerima vaksin booster cukup banyak atau meningkat cukup drastis. Peningkatan terjadi sebanyak 16.588 penerima atau naik 0,81 persen dalam kurun waktu 3 hari,” ungkap Falery.

Salah satu faktor adanya peningkatan jumlah penerima vaksin booster, terjadi adanya Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 Dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 21 Tahun 2022.

Baca juga: Tiga Daerah Kalteng Masih Masuk PPKM Level 3, Vaksinasi Dosis 1 Sudah Mencapai 98,03 Persen

Baca juga: Dinas Kesehatan Kapuas Buka Gerai di Area Pasar Ramadhan, Percepatan Vaksinasi

Baca juga: Dilarang Menginap di Makam Malam Paskah, Umat Kristen Palangkaraya Tetap Datang Bergadang

“Surat edaran yang baru, disebutkan penerima booster tidak perlu Rapid Test Antigen atau PCR. Hal tersebut menjadi salah satu faktor peningkatan jumlah penerima vaksin booster di Kalimantan Tengah,” ungkap Falery.

Ia mengatakan, awalnya memang penerima vaksin dosis 2 dan booster tak perlu menyertakan surat Antigen atau PCR.

Namun kembali diubah, hanya penumpang yang sudah booster saja tak perlu Antigen dan PCR.

“Terlebih saat ini menjelang Idul Futri, pasti banyak warga yang hendak pulang ke kampung halamannya,” ujar Kelaksa BPB-PK Kalteng.

Ia melanjutkan, banyak warga tak ingin test antigen dan PCR, lalu vaksinasi booster gratis.

“Jadi warga diperkirakan lebih memilih untuk booster agar tidak menyertakan surat rapid test,” kata Falery.

Peraturan tersebut berlaku bagi semua jenis transportasi seperti pesawat, kapal laut, dan bus.

Hal tersebut berdampak baik bagi program pemerintah, karena percepatan vaksinasi terus digencarkan.

Selain itu, Satgas juga akan memperketat arus keluar masuk para pemudik, dengan menempatkan pos penjagaan pada perbatasan.

“Pos penjagaan saat mudik akan ditempatkan pada perbatasan daerah Kalteng, seperti di Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Murung Raya.

“Meski sudah vaksin booster, masyarakat tidak kebal virus. Jadi saya minta tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan (Prokes) terutama 5M,” tutup Falery Tuwan. (*)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved