Berita Kaltara

Ditemukan Pedagang Nakal Jual Rokok di Tarakan Tanpa Miliki Bea Cukai, 16.940 Barang Rokok Ilegal

Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Kota Tarakan masih menemukan pedagang rokok nakal tak miliki Bea Cukai

Editor: Sri Mariati
Rokok Ilegal DOKUMENTASI KPPBC TMP B KOTA TARAKAN
Hasil operasi pasar ribuan batang rokok illegal yang disita petugas KPPBC TMP B Kota Tarakan yang dilaksanakan pada 1 April 2022 lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, TARAKAN – Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Kota Tarakan masih menemukan pedagang rokok nakal tak miliki Bea Cukai.

Sebanyak 16.940 batang rokok ilegal diamankan, hal ini sebagai upaya menekan peredaran penjualan rokok secara ilegal, melakukan pemantauan ke took-toko yang ada di Tarakan.

Dikatakan Yoga Swara, Kasi Penindakan dan Penyelidikan KPPBC TMP B Kota, kegiatan operasi pasar memantau penjualan rokok ilegal itu menindaklanjuti intruksi dan program yang dilaksanakan pusat.

“Jadi dilaksanakan rutin tapi waktunya tidak ditentukan. Tujuannya menekan penjualan rokok ilegal yang tak punya pita cukai dan ada juga pita cukainya palsu dan tidak sesuai dengan peruntukannya dan ada yang menggunakan pita cukai bekas,” urai Yoga Swara.

Ia melanjutkan, selama operasi, sasaran yang didatangi yakni toko-toko yang menjual rokok ilegal. Ia mengakui Kaltara menjadi daerah pemasaran.

Baca juga: Rokok Ilegal di Kotim, 279.000 Batang Rokok Jadi Abu Dibakar Petugas Kantor Bea dan Cukai Sampit

“Memang untuk Kaltara ini daerah pemasaran. Jadi untuk pemberantasan rokok ilegal terintegrasi antara daerah sumber kemudian distribusi dan pemasaran. Untuk Kaltara ini sebagai daerah pemasaran,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kategori yang dianggap ‘nakal’ adalah beberapa toko dan kios kecil, meski demikian pihaknya juga menyasar toko besar yang melakukan penjualan dengan jumah yang signifikan.

“Untuk penjualan kebanyakan sistem kongsi. Jadi penitipan, artinya rokok itu dititipkan,kemudian ketika sudah ada penjualan dalam jangka waktu mungkin seminggu atau sebulan baru diambil uangnya,” ujarnya.

Total yang diamankan selama pelaksanaan tersebut sebanyak 16.940 batang rokok. Operasi sendiri sudah dimulai sejak 30 Maret 2022 sampai dengan 1 April 2022.

 “Hasilnya mulai dari Juata Laut sampai Mamburungan, hampir semua daerah kami datangi,” ujarnya.

Baca juga: Warga Kelayan A Ditangkap Simpan Paket Sabu Terbungkus di Kotak Rokok dan Bungkus Permen

Sanksi bagi penjual, selai operasi pasar, pihaknya juga melakukan sosialisasi khususnya pedagang dan ritel agar tidak menjualkan rokok ilegal.

“Karena rokok ilegal ini merugikan negara. Mereka tidak tahu sebagian besar, karena melihat ada titipan rokok, kalau laku dapat untung, jadi ga perlu keluar modal,” ujarnya.

Sebagian besar lanjutnya rokok yang dipasok berasal dari Pulau Jawa. Karena lanjutnya, daerah sumber memang berasal dari Jawa.

Baca juga: Pria Paruh Baya di Balikpapan Mencuri Puluhan Slop Rokok, Satu Pelaku Masih Buron

“Kalau produk sendiri dari tahun ke tahun kadang menemukan rokok berbeda mereknya. Sepertinya diubah-ubah mereknya. Modusnya sama. Nantinya hasil operasi yang dilakukan tahun ini dimusnahkan di akhir tahun nanti,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Sasar Toko di Tarakan, Bea Cukai Masih Temukan Pedagang ‘Nakal’, Amankan 16.940 Batang Rokok Ilegal.

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved