Liga 1 2021

Manajer Madura United Bakal Diperiksa, PPATK: Dana Investasi Bodong Ngalir ke 6 Klub Sepak Bola

Dana investasi bodong diduga mengalir ke 6 tim kontestan Liga 1 2021, bahkan Bareskrim Polri bakal memeriksa manajer Madura United

Editor: Dwi Sudarlan
bolasport.com
Skuad Madura United dalam Liga 1 2021, manajer tim ini akan diperiksa polisi terkait kasus dugaan investasi bodong. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Dana investasi bodong diduga mengalir ke 6 tim kontestan Liga 1 2021, bahkan Bareskrim Polri bakal memeriksa manajer Madura United.

Manajer Madura United, Zainal Hudha Purnama itu akan diperiksa terkait dugaan kasus investasi bodong robot trading Viral Blast Global.

Seharusnya manajer Madura United diperiksa pada Kamis (7/4/2022), namun menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko, yang bersangkutan tidak datang.

"Penyidik sudah melakukan pemanggilan terhadap manajer salah satu klub sepak bola namun dari pihak manajer meminta jadwal ulang untuk diperiksa kepada penyidik," ujar Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Baca juga: NEWS VIDEO, Tersangka Investasi Bodong di Kalteng Rugikan 2.700 Korban dengan Kerugian Rp 125 Miliar

Baca juga: Ditreskrimsus Polda Kalteng Imbau Jangan Mudah Tertipu Investasi dengan Tawaran Keuntungan Tinggi

Baca juga: 2.700 Orang Jadi Korban, Terungkap Cara Vito dan Bella Merekrut Member Investasi Bodong di Kalteng

Zainal Hudha Purnama adalah pemilik  PT Trust Global Karya yang merupakan pengelola Viral Blast.

Dia baru menjabat sebagai manajer Madura United pada akhir tahun 2021 sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2022.

Dia akhirnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut. 

Kombes Gatot Repli Handoko juga menambahkan penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan ulang pada pekan depan.

"Saat ini sedang dijadwalkan penyidik pemeriksaanya ke depan. Minggu depan. Harusnya diperiksa (Kamis) kemarin tetapi dia diminta dijadwalkan ulang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan investasi bodong melalui aplikasi robot trading bernama Viral Blast Global.

Adapun total nilai investasi dalam aplikasi tersebut mencapai Rp1,2 triliun.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa total ada empat tersangka yang ditangkap oleh penyidik dalam kasus ini.

"Kami mendalami ada dugaan tindak pidana, undang-undang perdagangan dengan menggunakan skema pozi atau piramida. DIperkirakan membernya sudah mencapai 12.000 member dengan investasi sebesar Rp1,2 triliun," ujar Whisnu di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/2/2022) lalu

Dijelaskan Whisnu, kasus ini mencuat dalam lantaran sejumlah member merasa dirugikan menduduki kantor aplikasi Viral Blast Global di Surabaya, Jawa Timur.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved