Berita Kaltim

Anggota Dishub Balikpapan Tilang Tiga Truk Melanggar Jam Operasional Angkutan Berat

Terbukti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyebut, masih ada truk yang melanggar jam operasional yang ditetapkan pada surat edaran kedua.

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Petugas Dinas Perhubungan tengah menjaga pos untuk mengawasi angkutan berat yang akan melintas menuju Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN – Jam operasional angkutan berat melintasi kawasan Balikpapan mulai diperketat, menghindari insiden kecelakaan maut yang mengerikan seperti di Simpang Muara Rapak angkutan berat berulang.

Terbukti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyebut, masih ada truk yang melanggar jam operasional yang ditetapkan pada surat edaran kedua.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Elvin Junaidi mengatakan, truk yang melanggar didominasi truk luar daerah yang hendak masuk ke wilayah Kota Balikpapan.

"Dari pemberlakukan surat edaran kedua, ada tiga truk yang ditilang karena melanggar jam operasional yang sudah ditentukan," katanya, Jumat (8/4/2022).

Baca juga: Terungkap Penimbun 1 Ton Solar Subsidi di Samarinda Ternyata Ayah & Anak, Dijual Lagi ke Sopir Truk

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Balikpapan memperbolehkan truk pengangkut BBM dan concrete mixer truck atau truck molen melintas dalam kota dengan muatan.

Sementara, truk pengangkut logistik maupun sembako diperbolehkan melintas dalam kota tanpa muatan. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran terbaru Nomor: 551.2/0156/Dishub.

“Molen sama angkutan BBM itu kan memang angkutan khusus,” ujar Elvin Junaidi.

Menurutnya, truk pengangkut BBM tidak akan over load atau kelebihan muatan. Begitu juga dengan truk molen yang mengangkut semen untuk kegiatan proyek.

"Pertimbangankenapa mereka diperbolehkan karena memang tidak akan terjadi over load, Misalnya kalau semen ini 7 ton, gak mungkin memuat 10 ton,” tutur Elvin.

Baca juga: Jalan Kecamatan Kapuas Hilir Rusak Berat, Truk Tronton Ambles Ganggu Lalulintas Kendaraan

Baca juga: Tabrak Dump Truk Parkir di Pinggir Jalan, Pemotor dan Penumpang di Kota Besi Kotim Meninggal Dunia

"Begitu juga untuk BBM, kalau kapasitasnya 5 ribu liter diisi 7 ribu liter itu juga tidak mungkin," sambungnya.

Elvin melanjutkan, banyak kejadian kecelakaan lalu lintas dikarenakan kelebihan muatan. Seperti kecelakaan maut di Simpang Muara Rapak yang merenggut korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir.

“Banyak kejadian karena overload. Karena kejadian akibat rem blong karena muatan yang berlebihan,” tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Langgar Jam Operasional Angkutan Berat di Balikpapan, Tiga Truk Ditilang.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved