Ramadhan 2022

Pesantren Ramadhan Yayasan Miftahus Shudur Palangkaraya, Mencetak Generasi Cinta Alquran.

Ramadhan 2022.Yayasan Miftahus Shudur melaksanakan Pesantren Ramadhan selama 15 hari saat bulan Ramadhan 2022 untuk mendidik para santri untuk cinta A

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Ramadhan 2022. Para santri saat mengikuti Pesantren Ramadhan di MTQ Miftahus Shudur, Palangkaraya, Rabu (6/4/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ramadhan 2022. Yayasan Miftahus Shudur melaksanakan Pesantren Ramadhan selama 15 hari saat bulan Ramadhan 2022 untuk mendidik para santri untuk cinta Alquran. 

Pesantren Ramadhan tersebut digelar saat siang hari sampai sore hari, terdiri dari 25 santri yang Rata-rata umurnya setingkat pendidikan Sekolah Dasar. 

Bertempat  di jalan Kecubung II No 165, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), para santri terlihat antusias. Dimana yayasan itu berbentuk Taman Pendidikan Alquran (TPQ). 

Menurut Syamsul Arifin, PenanggungJawab MTQ Miftahus Shudur, materi di Pesantren Ramadhan ini berupa penguatan, hafalan hadits serta ditunjang dengan metode Tilawati.

Baca juga: Memasuki Awal Ramadhan 2022, Penumpang Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Belum Naik Signifikan

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Perbankan Kalteng Buka Layanan Penukaran Uang Pecahan di 34 Titik di Palangkaraya

Baca juga: Satlantas Polresta Palangkaraya Amankan 10 Kendaraan dan Muda Mudi Pelaku Balap Liar

"Pesantren Ramadhan ini kami konsep memberikan pendidikan kepada para santri yang mengaji disini seperti penguatan, hafalan. Terlepas dari itu metodenya pakai Tilawati," kata Syamsul Arifin, Rabu (6/4/2022). 

Metode tilawati adalah suatu metode belajar membaca Al-Quran yang dilengkapi dengan strategi pembelajaran dengan kebenaran membaca melalui individual dengan teknik baca simak.

Dalam pantauan Tribunkalteng.com, terlihat para santri antusias dan senang saat Pesantren Ramadhan berlangsung, meski mereka juga berpuasa. 

"Namanya anak-anak ya, masih banyak yang toleh kanan kiri. Kalau untuk anak masih duduk di tingkat TK, mereka lebih mendengar saja," katanya. 

Untuk anak sekolah tingkat Sekolah Dasar yang bisa membaca, Dia menekankan menghafal Hadits, membaca doa dan surat pendek Alquran. 

Selain itu para santri saat Pesantren Ramadhan berlangsung juga diberikan meteri apa saja yang dilakukan selama bulan Ramadhan dan dihindari. 

Harapan diselenggarakan Pesantren Ramadhan ini agar mencetak generasi yang mencitai Alquran. 

Serta menghafal dan mempraktekan ilmu agama dan mengamalkan dengan fasih untuk berdampak baik di kehidupan masyarakat kelak. 

Sementara itu, Syamsul Arifin juga memohon doa dan restu agar dapat memmbeli tanah dan pembangunan MTQ Miftahus Shudur yang saat ini masih kontrak. 

Agar kapasitas santri bertambah dan pembelajaran lebih efektif yang ditunjang sarana dan prasarana yang memadai, "Karena setiap hari para santri bertambah, kami kesulitan mengatur kelas para santri," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved