Berita Palangkaraya

Penumpang Lewat Bandara Tjilik Riwut Baru 2 Kali Vaksin, Wajib Swab Tes Antigen atau PCR

Peraturan baru yang diterbitkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI) mewajibkan penumpang baru vaksin 1 kali sertakan negatif PCR.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Suasana Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Peraturan baru yang diterbitkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI).

Diatur dalam Surat Edaran Nomor SE 36 Tahun 2022 tentang Petunjuk Perjalanan Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19. 

Dalam peraturan sebelumnya menjelaskan, penumpang yang sudah dosis 2 dan 3 atau booster,  tak perlu melakukan Rapid Test Antigen atau PCR.

Saat ini, penumpang yang sudah vaksin booster tidak wajib Rapid Test Antigen atau PCR.

Baca juga: Pengawasan Protokol Kesehatan Penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Tetap Ketat

Baca juga: Jumlah Penumpang Bandara Tjilik Riwut Masih Fluktuatif, Usai Penghapusan Surat Bebas Covid-19

Baca juga: Hakim Asal Palangkaraya Ditemukan Meninggal di Rumah Dinas Tana Toraja, Pintu Kamar Sempat Didobrak

Executive General Manager Angkasa Pura II, Eries Hermawandi melalui Sekertaris General Manager Angkasa Pura II  Palangkaraya, Riyan Wilga Sandrio menjelaskan aturan  Menhub RI tersebut.

Riyan Wilga mengatakan, walau baru Selasa (5/4/2022) diterapkan peraturan tersebut, para penumpang harus mengikuti persyaratan yang ditetapkan.

Bagi penumpang yang kemarin sudah memesan tiket, bersamaan dengan adanya surat edaran baru persyaratan penerbangan domestik.

"Para penumpang mau tidak mau, harus melakukan Rapid Tes Antigen atau PCR. Ini, terutama bagi yang baru mendapat dosis 2, jika hendak melakukan perjalanan udara harus menyertakan hasil negatif tes Antigen atau PCR," ujarnya.

Sedangkan, penumpang yang baru menerima vaksin dosis 1, diwajibkan untuk Rapid Test PCR.

“Penumpang harus mengikuti aturan yang sudah diedarkan oleh Kementerian Perhubungan tersebut,” tegas Riyan.

Sementara itu, memasuki bulan Ramadhan, erat kaitannya dengan mudik atau pulang kampung.

Executive General Manager Angkasa Pura II, Eries Hermawandi melalui Sekertaris General Manager Angkasa Pura II  Palangkaraya, Riyan Wilga Sandrio mengatakan tidak ada penambahan yang signifikan pada penumpang saat bulan Ramadhan.

“Selama bulan Ramadhan ini tidak ada peningkatan penerbangan yang signifikan. Artinya jumlah penumpang berangkat dan datang, tak ada bedanya dengan bulan sebelumnya,” jelasnya pada Tribunkalteng.com, Rabu (6/4/2022) sore. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved