Ramadhan 2022

PWNU Kalteng Sebut Kegembiraan Ramadhan 2022 Momentum Perbanyak Bersedekah

Wakil Ketua PWNU Kalteng, H Syamsul Bahri mengatakan jika Bulan Ramadhan tahun ini merupakan kegembiraan bersama, setelah 2 tahun dilanda pandemi

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Dok Pribadi
Wakil Ketua PWNU Kalteng, H Syamsul Bahri. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Umat Islam telah memasuki puasa hari ke 2 di Bulan Ramadhan 2022. Memandang hal ini, PWNU Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut kegembiraan tersebut.

Ketua PWNU Kalteng F Dirun, melalui Wakil Ketua, H Syamsul Bahri mengatakan jika Bulan Ramadhan tahun ini merupakan kegembiraan bersama, setelah melewati pergumulan 2 tahun pandemi.

Umat Islam sudah dapat kelonggaran beribadah saat melaksanakan ibadah, meskipun tetap menjaga protokol kesehatan, tidak seperti 2 tahun sebelumnya.

"Saat ini kegembiraan Umat Islam luar biasa. Kegembiraan yang tidak melampaui batas. Dengan tetap disiplin saat Tarawih, Tadarusan, dan di pasar wadai," kata Syamsul Bahri, Senin (4/4/2022).

Menurutnya, ini merupakan hikmah, karena mengawali Bulan Ramadhan dengan perbedaan. Namun diterima semua pihak.

Baca juga: NEWS VIDEO, Mutiara Ramadhan 2022 MUI Kalteng : Kegembiraan Saat Menjalankan Ibadah Puasa

"Meskipun awal Ramadhan diawali perbedaaan, antara pemerintah dan Umat Islam Muhammadiyah. Namun semuanya menerima. Saling menghargai dan menghormati. Itulah kekayaan umat islam," jelasnya.

Lebih lanjut, dia juga memberikan pandangan puasa. Di mana puasa adalah menahan lapar dan dahaga.

Efek dari puasa dalam ilmu fiqih, tafsirnya merasakan pedihnya fakir miskin saat menahan lapar dan dahaga karena kesulitan ekonomi, namun juga melihat orang makan di sekitarnya.

"Yang berat adalah saat berpuasa namun ada makanan dan minuman. Ini adalah kaitannya, orang berpuasa menghormati orang yang tidak berpuasa. Begitu sebaliknya," ungkapnya.

Baca juga: Mutiara Ramadhan 2022 MUI Kalteng, Kegembiraan Saat Menjalankan Ibadah Puasa

Artinya, saat berpuasa, dia menilai tidak memprotes terhadap orang berjualan, makan di pinggir jalan. Karena mereka mempunyai alasan.

"Kita tidak perlu menghujat orang yang berjualan saat bulan Ramadhan, anggap saja mereka mempunyai alasan untuk menghidupi keluarganya," bebernya.

Saat bulan Ramadhan berlangsung, salat Tarawih dan Tadarusan merupakan sesuatu yang biasanya dilakukan umat islam.

"Sudah sering kita laksanakan, yang jelas Tarawih, Tadarusan. Namun yang paling menonjol adalah sedekah di bulan suci ini," ungkapnya.

Baca juga: Bulan Ramadhan Jadikan Momentum Meningkatkan Ukhuwah dan Pendalaman Ajaran Islam

Bahasa Nabi yang menuturkan berbuka puasalah walau sebiji Kurma. Menurutnya Bahasa tersebut sangat inidah, " Ini dalam artian meendorong umat islam agar bersedekah di Bulan Ramadhan," ucapnya.

Bersedekah saat Bulan Ramadhan mempunyai nilai yang berbeda. Dia berharap umat islam menambah kualitas dan kuantitas sedekah saat Bulan Ramadhan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved