Ramadhan 2022

Tadarus Ramadhan 2022, Surat Al Infitar Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan, Ganjaran bagi Pendusta

Tadarus Ramadhan 2022, Surat Al Infitar lengkaap tulisan Arab, Latin dan terjemahannya,merupakan surat ke-82 yang diturunkan setelah Surat An Naziat

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng/Muhammad Khoiru Annas
Tadarus Ramadhan 2022, ilustrasi Surat Al Infitar lengkap Tulisan Arab, Latin dan terjemahannya. 

TRIBUNKALTENG.COM - Tadarus Ramadhan 2022 kali ini adalah Surat Al Surah Al Infitar yang menyebutkan ganjaran mengerikan untuk para pendusta dan orang durhaka, lengkap tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.

Mengutip  Buku Juz Amma, Surat Al Infitar tergolong sebagai surat makkiyah karena diturunkan di Mekkah.

Surat Al Infitar merupakan surat ke-82 yang diturunkan setelah Surat An Naziat.

Dalam Alquran, Surat Al Infitar yang memiliki 19 ayat ini menempati juz 30 tepatnya setelah Surat At Takwir.

Baca juga: Tadarus Ramadhan 2022, Surat Al Mulk Lengkap Tulisan Arab, Latin, Terjemahan dan Keutamaannya

Baca juga: Tadarus Ramadhan 2022: Surat Al Kafirun, Tulisan Arab, Latin, Terjemahan dan Keutamaannya

Baca juga: Sholawat Ramadhan 2022, Amalan Sholawat Nariyah untuk Perlancar Rezeki dan Kabul Hajat

Nama Al Infitar diambil dari akhir bacaan ayat pertama dengan lafaz Fatharat.

Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, Al Infitar atau Fatharat bermakna pecah.

Dari terjemahannya, Surah Al Infitar berisi tentang manusia yang mendustakan perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Akibat perbuatan itu, di hari kiamat nanti manusia akan menerima ganjaran mengerikan.

Yakni panasnya api neraka bagi golongan durhaka atau pendusta.

Sementara tempat kemakmuran berupa surga akan diterima manusia yang berbakti atas ajaran serta perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Berikut bacaan Surat Al Infitar lengkap Arab latin dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

إِذَا السَّمَآءُ انْفَطَرَتْ

Izas samaaa'un fatarat

"Apabila langit terbelah."

وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ

Wa idzal kawaakibung tastarot.

"Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan."

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ

Wa idzal bihaaru fujjirot.

"Dan apabila lautan dijadikan meluap."

وَإِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْ

Wa idzal qubuuru bu' tsirot.

"Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar."

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ

'Alimat nafsum maa qoddamat wa akhkhorot.

"Maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan-Nya."

يٰٓأَيُّهَا الْإِنْسٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ

Yaa ayyuhal ingsaanu maa ghorroka birobbikal kariim.

"Wahai manusia! Apakah yang telah memerdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih."

الَّذِى خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَ

Alladzii kholaqoka fasawwaaka fa 'adalak.

"Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang."

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَ

Fii ayyi shuurotim maasyaa a rokkabak.

"Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu."

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِ

Kallaa bal tukadzdzibuuna biddiin.

"Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan."

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَ

Wa inna 'alaikum lahaafidziin.

"Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)."

كِرَامًا كٰتِبِيْنَ

Kiroomang kaatibiin.

"Yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu)."

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

Ya’ lamuuna maa taf 'aluun.

"Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan."

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيْمٍ

Innal abrooro lafii na 'iim.

"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan."

وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِى جَحِيْمٍ

Wa innal fujjaro lafii jahiim.

"Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka."

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ

Yashlaunahaa yaumaddiin.

"Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan."

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَآئِبِيْنَ

Wamaahum 'anhaa bighoo ibiin

"Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu."

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ

Wamaa adrooka maa yaumuddiin.

"Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?"

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ

Tsumma maa adrooka maa yaumuddiin.

"Sekali lagi, tahukan kamu apakah hari pembalasan itu?"

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّلّٰهِ

Yauma laa tamliku nafsul linafsing syai aa, wal amru yauma idzil lillaah.

"Yaitu pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah." (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved