Rukyatul Hilal Ramadhan 2022

Hilal Tidak Terlihat saat Pemantauan Bulan di Palangkaraya Padahal Cuaca Cerah Berawan

Rukyatul hilal (pemantauan bulan) sebagai dasar sidang isbat Ramadhan 2022, di Palangkaraya hasilnya tak terlihat hilalnya dipantau di Hotel Aquarius

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribun Kalteng/Ghorby Sugianto
Breaking News, Tim Rukyatul Hilal Kemenag Kalteng yang dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H Noor Fahmi melakukan pemantauan bulan atau rukyatul hilal dari atap Hotel Aquarius, Palangkaraya, Jumat (1/4/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Rukyatul hilal (pemantauan bulan) sebagai dasar sidang isbat Ramadhan 2022, di Palangkaraya hasilnya tidak terlihat hilalnya.

Menurut laporan rukyatul hilal Ramadhan 2022 yang digelar di lantai 9 Hotel Aquarius, posisi matahari terbenam pukul 17.30 WIB, hilal terbenam pukul 17.40 WIB.

Azimut Matahari 274° 35,35, Azimut bulan 372° 30,42 dengan tinggi hilal hakiki 1° 48,59 lama hilal diatas ufuk 10 menit. Di mana letak dan posisi hilal di 2° 05° utara matahari.

Ketua MUI Kalimantan Tengah (Kalteng), Khairil Anwar menuturkan, ada potensi perbedaan awal Ramadhan. Namun pihaknya menunggu hasil dari sidang isbat.

Baca juga: BREAKING NEWS, Kemenag Kalteng Lakukan Rukyatul Hilal dari Atap Hotel Aquarius Palangkaraya

Baca juga: Potensi Beda Awal Puasa, Ikuti Live Streaming Sidang Isbat, Rukyatul Hilal Kalteng di Atap Hotel

"Ada potensi perbedaan awal Ramadhan dengan umat muslim Muhammadiyah. Namun hari raya Idul Fitri bisa sama," kata Khairil Anwar, Jumat (1/4/2022).

Karena metode perhitungannya berbeda, umat Islam Muhammadiyah dengan hisab atau hitungan astronomi.

"Matahari di bawah ufuk, ketinggalan di sini, bulan itu hanya 2 derajat sekian. Sementara kesepakatan bersama 3 derajat di atas ufuk. Karena perhitungan hisabnya di bawah 3 derajat, kemungkinan awal Ramadhan hari Ahad untuk rukyatul hilal," jelasnya.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat, Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Sepakat Idul Fitri 1442 H pada Kamis 13 Mei 2021

Meskipun di atas 2 derajat, menurutnya belum bisa karena terlindung awan saat dilihat melalui alat teropong.

"Kalau dia terlindung awan, maka sempurnakanlah bulan syahwal jadi 30. Ada kemungkinan berbeda," tambahnya.

Sementara itu, pantauan Tribunkalteng.com, rukyatul hilal Ramadhan 2022 itu dihadiri oleh Ketua Kemenag Kanwil Kalteng, Ketua MUI Kalteng, PWNU Kalteng, BMKG dan jajarannya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved