Berita Kalteng

Komoditas Penyumbang Inflasi Kalteng Selama Tiga Tahun di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Bulan Ramadhan dan Idul Fitri di kalteng kerap terjadi Inflasi sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini oleh instansi terkait.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Penjual daging ayam potong di Pasar Kahayan Palangkaraya. Ayam Potong menjadi salah satu pemicu inflasi dalam tiga tahun terakhir selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bulan Ramadhan dan Idul Fitri di Kalimantan Tengah dalam setiap tahunnya kerap terjadi Inflasi sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini oleh instansi terkait agar ketersediaan pangan tetap terjaga.

Pantauan di Pasar Tradisional Palangkaraya hingga, Kamis (31/3/2022) harga sembako masih relatif stabil. Pengawasan dilapangan harus terus dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kekurangan bahan pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins,  menyampaikan komoditas penyumbang inflasi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri dalam tiga tahun terakhir antara lain angkutan udara, beras, daging ayam dan emas perhiasan. 

Yura menyampaikan pemantauan mobilitas masyarakat Kalimantan Tengah pada Maret 2022, terdapat peningkatan dan di atas baseline (rata-rata pergerakan masyarakat pada periode 3 Januari sampai dengan 6 Februari 2020).

Baca juga: Pasar Ramadhan Palangkaraya Ditetapkan 7 Titik Lokasi, Pedagang Masih Dapat Mendaftar

Baca juga: Transaksi di Pasar Ramadhan Palangkaraya Tetap Taat Prokes, Ada Dua Lokasi di Pahandut

Baca juga: Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng: Stok Sembako Dipastikan Cukup, Awasi Harga Tidak Meroket Lagi

Yura menambahkan meskipun dari sisi ekonomi peningkatan mobilitas akan berdampak positif dan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, namun pada sisi lain dapat mendorong kenaikan inflasi lebih lanjut.

"Ini apabila tidak dilakukan antisipasi dengan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok yang mencukupi di masyarakat," terangnya.

Terlebih saat ini, kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan pangan, disamping juga penerapan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh Pemerintah Pusat pada bulan April 2022 menjadi sebesar 11 persen.

Untuk itu, dalam rangka mengsinergikan langkah pengendalian inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H diperlulan sinergi seluruh TPID se-Kalimantan Tengah. 

Yura menyakini bahwa inflasi pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H akan tetap dapat terkendali sesuai sasaran berdasarkan persiapan yang telah dan akan dilakukan oleh seluruh TPID Kota/ Kabupaten di Kalimantan Tengah, beserta dinas/ instansi terkait yang bersinergi dengan para pelaku usaha sejak awal bulan Maret 2022.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Yura merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah pada jangka menengah dapat dilakukan integrasi sektor pertanian dengan sektor digital dalam rangka perluasan pemasaran untuk mendukung keterjangkauan harga. 

Sementara pada jangka panjang Pemerintah Daerah diharapkan dapat mengkaji opsi stabilitas harga pangan melalui keterlibatan BUMD sebagaimana telah dilakukan pada beberapa daerah seperti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur. 

Sebelumnya dilakukan high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Tengah untuk Sinergi Mengendalikan Inflasi Menjelang Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H pada, Selasa, 29 Maret 2022 bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved