Berita Palangkaraya

Pasar Ramadhan Palangkaraya Ditetapkan 7 Titik Lokasi, Pedagang Masih Dapat Mendaftar

Pasar Wadai Ramadhan di Kota Cantik sudah ditetapkan tersebar di 7 titik oleh Disdagkoperin Kota Palangkaraya. 

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Hadriansyah, Kabid Disdagkoperin Pemko Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pasar Wadai Ramadhan di Kota Cantik sudah ditetapkan tersebar di 7 titik oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Palangkaraya

"Saat ini sudah fix 7 titik lokasi untuk Pasar Wadai Ramadhan. Karena sudah tidak ada lagi LKK yang melapor kepada kami lagi," kata Kadis Disdagkoperin, melalui Kabidnya Hadriansyah, Rabu (30/3/2022). 

Lokasi itu di Jalan AIS Nasution, Jalan Bali, Pasar Kahayan, Komplek UPR (samping Masjid Shalahuddin), Jalan Hasanudin (samping Masjid Al Husna), Pasar Rajawali, Komplek Perumahan Bondol. 

Para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut yang sudah mendaftar sudah 200 orang lebih dan maasih dibuka. Tentu akan terus bertambah hingga hari hal.

Baca juga: Transaksi di Pasar Ramadhan Palangkaraya Tetap Taat Prokes, Ada Dua Lokasi di Pahandut

Baca juga: Anggota Polsek Pahandut Tinjau Pembangunan Pasar Wadai di Jalan Ais Nasution Palangkaraya

Baca juga: Masyarakat Palangkaraya Sambut Baik Kebijakan Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan

"Khusus pedagang, wajib sudah dosis 2 sebagai persyaratan. Saat ini sudah 200 orang lebih yang mendaftar," tutur Hadriansyah. 

Disdagkoperin sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya dan pihak terkait untuk keamanan, kebersihan dan khususnya prokes saat pandemi ini. 

Menurutnya, petugas Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya akan keberlanjutan memantau dan menertibkan pengunjung maupun pedagang agar taat prokes. 

Serta memastikan makanan yang dijual aman bekerja sama dengan BPOM. 

Sementara itu, Pantauan Tribunkalteng.com, biaya lapak di masing-masing tempat berbeda. Misalnya di jalan AIS Nasution, disana pedagang dikenai biaya Rp 850 ribu untuk listrik, keamanan dan kebersihan. 

Sedangkan di jalan Hasanudin, pedagang dikenakan Rp 450 ribu selama 30 hari. Berjualan dari pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. 

Lebih lanjut, Hadriansyah mengungkapkan jika Pasar Ramadhan ini di dukung oleh beberapa pihak seperti perbankan yang akan mencoba sistem pembayaran dengan QRIS.

"Semoga adanya Pasar Wadai Ramadhan ini dapat kembali menggeliatkan ekonomi masyarakat diiring dengan kesehatan. Sesuai instruksi Pak Wali Kota, Fairid Naparin," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved