Doa dan Amalan Islam

Hukum Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan 2022 Menurut Ustaz Adi Hidayat, Simak Penjelasannya

Ustaz Adi Hidayat mengungkap penjelasan mengenai hukum berziarah di kubur saat menjelang bulan suci Ramadhan.

Penulis: Nor Aina | Editor: Rahmadhani
Tribun Kalteng/Rahmadhani
Ilustrasi ziarah kubur 

TRIBUNKALTENG.COM - Ustaz Adi Hidayat menjelaskan mengenai hukum berziarah ke kubur saat menjelang bulan suci Ramadhan.

Mendekati bulan Ramadhan 2022, sebagian umat Islam memiliki tradisi berziarah di kubur.

Biasanya, sebelum memasuki Ramadhan umat Islam akan mengunjungi makam keluarga ataupun orang terkasih lainnya untuk mendoakan mereka.

Ziarah kubur memang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi umat Islam.

Baca juga: Doa Sambut Ramadhan 2022, Tata Cara Lengkap Sholat Tarawih dan Sholat Witir Disertai Doa Qunut

Baca juga: Jelang Ramadhan Wagub Kalteng, Kapolda & Danrem Pantau Harga di Pasar Besar & Pasar Kahayan

Ziarah ke kubur biasanya tak cuma dilakukan umat Islam saat menjelang puasa Ramadhan, tapi juga saat pulang shalat Idul Fitri.

Berziarah ke kubur sebenarnya bisa dilakukan kapan saja.

Namun, sering kali sebagian umat muslim memiliki aktivitas yang padat membuat umat Islam jarang berziarah di kubur dan momentum Ramadhan biasanya dimanfaatkan untuk berziarah.

Apalagi diketahui ada cerita dimana Rasulullah SAW pernah melarang para sahabatnya untuk berziarah di kubur.

Hal ini membuat sebagian orang bingung dengan hukum berziarah di kubur.

Terkait hal tersebut, Ustaz Adi Hidayat mengungkap hukum berziarah di kubur saat menjelang bulan Ramadhan 2022.

Dilansir melalui channel YouTube Audio Dakwah dikutip Tribunkalteng.com, Rabu (30/3/2022), sebelum jelaskan hukum ziarah kubur lebih rinci, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud ziarah.

Menurut Adi Hidayat ziarah berarti mengunjungi seseorang yang masih hidup.

“Ziarah artinya mengunjungi orang, meski orang tersebut masih hidup," kata Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat berikan penjelasan cara dan aturan memotong kuku dengan benar
Ustaz Adi Hidayat berikan penjelasan cara dan aturan memotong kuku dengan benar (YouTube Adi Hidayat Official))

Namun berziarah di kubur berarti mengunjungi seseorang yang sudah meninggal dunia atau telah tiada dan sudah berada dalam kubur.

"Tapi disini ziarah kubur adalah mengunjungi orang yang sudah tiada dan berada dalam kubur,” lanjutnya.

Kini Ustaz Adi Hidayat mengungkap hukum berziarah ke kubur saat menjelang bulan Ramadhan.

Ustaz Adi Hidayat mengungkap hukum berziarah di kubur menjelang bulan Ramadhan, boleh saja dilakukan.

Bahkan dalam Islam ziarah kubur merupakan amalan sunnah yang dianjurkan.

“Boleh, mengunjungi orang yang sudah meninggal atau ziarah kubur,” ungkap pendakwah berjenggot itu.

Pendakwah yang akrab disapa UAH itu menjelaskan memang pada zaman Nabi Muhammad SAW ziarah kubur sempat dilarang.

Hal itu lantaran adanya tradisi yang dilakukan para Jahiliyah.

Tradisi pada zaman Jahiliyah itu pun kini dijelaskan Ustaz Adi Hidayat.

Rupanya, tradisi yang dilakukan umat Jahiliyah itu dilakukan seperti meratapi orang yang sudah tiada.

“Tradisi yang dilakukan ini berupa meratapi orang yang sudah tiada," terangnya.

Apabila orang yang sudah tiada itu memiliki amal baik saat di dunia, maka yang ditinggalkan akan meratapi secara berlebihan.

"Pada zaman Jahiliyah apabila orang itu baik, maka seseorang yang ditinggali akan meratapi bahkan berlaku berlebihan,” tuturnya.

Akan tetapi, jika orang yang sudah tiada itu memiliki amal buruk saat di dunia maka kubur itu tidak akan diratapi.

“Namun bila orang itu tidak baik atau buruk, maka kuburannya tidak akan diratapi," ucapnya.

Bahkan muncul jasa menyewa orang untuk meratapi kubur orang yang sudah meninggal itu.

"Hingga muncul jasa menyewa orang untuk meratapi saking kuatnya tradisi tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, ziarah kubur sempat dilarang oleh Rasulullah SAW, lantaran khawatir tradisi tersebut akan mengganggu keimanan umat Islam.

Akan tetapi, saat umat Islam lebih berkembang dan kaum muslim sudah bisa membedakan baik dan buruknya.

Bahkan saat iman mereka sudah mantap maka ziarah kubur atau ziarah makam ini diperbolehkan oleh Rasulullah SAW.

Anjuran melakukan ziarah kubur ini telah termaktub dalam suatu hadits, bahwa Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR. Muslim)

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan hal yang tidak boleh dilakukan saat berziarah di kubur.

“Meminta kepada yang ada dalam kubur itu tidak boleh,” pungkas pendakwah Adi Hidayat.(*)

(Tribunkalteng.com/Nor Aina)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved