Doa dan Amalan Islam

Hukum Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan 2022 Menurut Ustaz Adi Hidayat, Simak Penjelasannya

Ustaz Adi Hidayat mengungkap penjelasan mengenai hukum berziarah di kubur saat menjelang bulan suci Ramadhan.

Penulis: Nor Aina | Editor: Rahmadhani
Tribun Kalteng/Rahmadhani
Ilustrasi ziarah kubur 

"Tapi disini ziarah kubur adalah mengunjungi orang yang sudah tiada dan berada dalam kubur,” lanjutnya.

Kini Ustaz Adi Hidayat mengungkap hukum berziarah ke kubur saat menjelang bulan Ramadhan.

Ustaz Adi Hidayat mengungkap hukum berziarah di kubur menjelang bulan Ramadhan, boleh saja dilakukan.

Bahkan dalam Islam ziarah kubur merupakan amalan sunnah yang dianjurkan.

“Boleh, mengunjungi orang yang sudah meninggal atau ziarah kubur,” ungkap pendakwah berjenggot itu.

Pendakwah yang akrab disapa UAH itu menjelaskan memang pada zaman Nabi Muhammad SAW ziarah kubur sempat dilarang.

Hal itu lantaran adanya tradisi yang dilakukan para Jahiliyah.

Tradisi pada zaman Jahiliyah itu pun kini dijelaskan Ustaz Adi Hidayat.

Rupanya, tradisi yang dilakukan umat Jahiliyah itu dilakukan seperti meratapi orang yang sudah tiada.

“Tradisi yang dilakukan ini berupa meratapi orang yang sudah tiada," terangnya.

Apabila orang yang sudah tiada itu memiliki amal baik saat di dunia, maka yang ditinggalkan akan meratapi secara berlebihan.

"Pada zaman Jahiliyah apabila orang itu baik, maka seseorang yang ditinggali akan meratapi bahkan berlaku berlebihan,” tuturnya.

Akan tetapi, jika orang yang sudah tiada itu memiliki amal buruk saat di dunia maka kubur itu tidak akan diratapi.

“Namun bila orang itu tidak baik atau buruk, maka kuburannya tidak akan diratapi," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved