Berita Palangkaraya

Memasuki Pancaroba, Angin Kencang dan Hujan Melanda Palangkaraya, 10 Pohon Tumbang

Kota Cantik Palangkaraya memasuki musim Pancaroba, perubahan musim hujan ke kemarau, namun hujan lebat disertai angin kencang masih terjadi.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Emi Abriyani. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kota Cantik Palangkaraya memasuki musim Pancaroba, perubahan musim hujan ke kemarau.

Mengakibatkan hujan deras disertai angin kencang masih akan melanda wilayah Kota Cantik Palangkaraya.

"Hujan deras disertai angin kencang ini menyebabkan pohon tumbang dan rumah ambruk di beberapa titik Kota Palangkaraya," kata Emi Abriyani, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Selasa (29/3/2022). 

Terpantau akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi dini hari tadi ada lebih 10 titik pohon tumbang, yang rata-rata pohon berukuran besar.

Baca juga: Tim ERP & Tim BPBD Evakuasi 6 Lokasi Pohon Tumbang Akibat Hujan dan Angin Kencang di Palangkaraya

Baca juga: NEWS VIDEO, Pemotor di Palangkaraya Dilarikan ke RS Tertimpa Pohon Tumbang

Baca juga: NEWS VIDEO, Selamatkan Penghuni Ruko Terkurung Api, Satpam di Palangkaraya Jebol Roling Door

Tak hanya itu, terdapat pula tiang listrik yang miring, kabel listrik yang melintang dan struktur baliho di pinggir jalan juga miring akibat cuaca ini. 

Emi Abriyani mengimbau masyarakat Kota Cantik agar waspada serta meminta masyarakat yang ada pohon tua segera untuk ditebang. 

"BPBD Kota Palangkaraya bersama tim Emergency Response Palangkaraya (ERP) melakukan evakuasi untuk memotong pohon yang sudah tumbang dan membersihkanya," bebernya. 

Sementara itu BMKG Palangkaraya sudah memprediksi akan terjadi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dibeberapa Daerah Provinsi Kalteng termasuk Palangkaraya. 

Dalam prakiraan cuaca mingguan itu, Palangkaraya sampai tanggal 3 April akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. 

Hujan dengan intensitas hujan hingga lebat memiliki intensitas 5,0–10,0 mm per jam atau 20 – 50 mm per hari, kecepatan angin diperkirakan mencapai 10 hingga 20 Km/jam.

Pertumbuhan awan konvektif yang dapat berpotensi hujan 
sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah," kata Rahmat Alfandy, Prakirawan.

Selanjutnya, Alfandy menuturkan jika awal cuaca kemarau Kota Palangkaraya antara bulan Juni minggu ke 3 sampai bulan Juli minggu ke 2.

"Diperkirakan untuk Palangkaraya memasuki musim kemarau anatara bulan Juni dan Juni. Di Kecamatan Jekan Raya, Pahandut, Sabangau, Bukit Batu dan Rakumpit," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved