Berita Kalteng

Jelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Pemprov Kalteng Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar rapat koordinasi dengan kabupaten dan kota

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Wakil Gubernur Kalteng saat wawancara dengan awak media di Aula Jaya Tingang, Selasa (29/3/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar rapat koordinasi dengan kabupaten dan kota.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan stok kebutuhan bahan pokok masyarakat. Yang dilakaksanakan di Aula Jaya Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (29/3/2022).

Datangnya hari besar Keagamaan menurut Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalteng, berdampak pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas bahan pokok.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, tercatat selama 3 tahun terakhir HBKN Ramadhan dan Idul Fitri beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.

Seperti beras, bawang putih, daging ayam ras, ikan gabus, minyak goreng dan gula pasir, termasuk angkutan udara dengan tingkat inflasi rata-rata 3 tahun terakhir meningkat pada kisaran 0,4 persen.

Baca juga: Pemprov Kalteng & 14 Kabupaten 1 Kota Serahkan Hasil Tindaklanjut LHP BPK, Kobar Tertinggi TLRP

"Kondisi peningkatan inflasi yang selalu berulang setiap tahunnya tentu perlu kita antisipasi dan waspadai secara bersama-sama melalui sinergi TPID dan berbagai pihak, sehingga laju kenaikan inflasi dapat kita tekan," kata Edy Pratowo.

Orang nomor 2 di Provinsi Kalteng itu juga menuturkan jika saat ini pandemi Covid-19 mulai menurun.

Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan pelaksanaan ibadah pada Bulan Ramadhan tahun ini, termasuk persyaratan kegiatan mudik Idul Fitri yang dalam 2 tahun terakhir dilakukan pengetatan.

"Kondisi ini dari sisi ekonomi tentunya akan berdampak positif, dimana peningkatan mobilitas masyarakat akan mendorong peningkatan ekonomi pada sisi konsumsi masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran: Jangan Sampai Ada OTT di Lingkup Pemprov Kalteng

Namun demikian, normalisasi rantai pasokan yang belum berjalan optimal, dapat berdampak pada peningkatan inflasi lebih lanjut.

Edy Pratowo mengingatkan, agar waspada terkait rencana pemerintah untuk menaikan PPN sebesar 11 persen pada April 2022.

Serta kondisi geopolitik rusia dan ukraina yang mendorong peningkatan harga komoditas dunia antara lain minyak bumi, gas serta gandum.

Dia meminta seluruh jajaran TPID Pemprov dan kabupaten kota melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang.

Dengan berkoordinasi dan bersinergi antar institusi, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang selama HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2022.

Baca juga: Pemprov Kalteng Sedang Mempersiapkan Pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang & Babukung

Melakukan operasi pasar dalam rangka menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Berkomunikasi dan mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak baik melalui media cetak/offline maupun online.

Serta melakukan kajian terhadap kemungkinan opsi stabilitas harga jangka panjang, dengan pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan terlebih dahulu melakukan studi banding kepada daerah yang telah menerapkan sistem tersebut.

“Selanjutnya, kepada para pengusaha yang hadir pada kesempatan ini saya juga berharap agar segera melakukan antisipasi kemungkinan lonjakan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan stok yang cukup,” pungkas mantan Bupati Pulang Pisau tersebut.

Lanjutnya, jika ada hambatan dalam arus distribusi agar segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinas atau Instansi terkait. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved