Berita Kobar

Sebelum Dilepasliarkan di Taman Nasional Tanjung Puting Kobar, 7 Orangutan Rehabilitasi Tes PCR

Sebanyak 7 orangutan dilepasliarkan di Sungai Buluh Kecil, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan saat diwawancarai sebelum pelepasliaran Orangutan, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, KOBAR - Sebanyak 7 orangutan dilepasliarkan di Sungai Buluh Kecil, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Orangutan tersebut merupakan hasil rehabilitasi beberapa tahun yang lalu dari konflik satwa liar maupun kepemilikan satwa liar oleh masyarakat. 

Waktu itu orang utan masih bayi dan dititipkan di karantina kesehatan Orangutan Foundation Indonesia (OFI).

"Hari sabtu kemarin dan hari ini kami dari BKSDA Kalteng, Taman Nasional Tanjung Puting dan disupport oleh Orangutan Foundation Indonesia telah melepas liarkan 7 orangutan," kata Nur Patria, Kepala BKSDA Kalteng, melalui Dendi, Kepala Seksi, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Orangutan Rehabilitasi BOSF Palangkaraya Melampui Kapasitas, Sebagian Sudah Dilepasliarkan

Baca juga: NEWS VIDEO, Delapan Orangutan BOSF Dilepasliarkan di Kawasan TN-BBBR Katingan

Baca juga: Tahun 2021 BKSDA Kalimantan Tengah Sudah Tiga Kali Melakukan Pelepasliaran Orangutan

Pemilihan tempat Pelepasan liaran tersebut menurutnya sudah melalui observasi. Dimana Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi sehingga dianggapnya aman. 

Kajian kesehatan juga diperhatikan oleh pihak BKSDA Kalteng sebelum melepasliarkan Orangutan dengan melakukan PCR. 

Merujuk peraturan pelepasan liaran Orangutan pada masa Pandemi Covid-19 untuk memastikan satwa tersebut aman dan sehat sesuai prokes hewan. 

"Syarat-syarat pelepasan liaran orangutan itu sudah memenuhi syarat," beber Dendi. 

Ke 7 orangutan yang dilepas liarkan itu bernama Maxi, kelamin Jantan 12 Tahun berat 57,9 kg, Zatarra, kelamin Jantan 19 Tahun 76,4 kg

Enon, kelamin Betina 24,5 Tahun 29,5 kg, Ernie kelamin jantan 6,5 Tahun 22 kg, Sembuluh, kelamin Jantan 18,5 Tahun 96,9 kg, Ola, kelamin Betina 27,5 Tahun 46,35 Kg dan Olaf kelamin Jantan 6,5 Tahun 19,20 Kg. 

Dengan adanya pelepas liaran Orangutan ini, BKSDA berharap agar satwa tersebut dapat beradaptasi dengan habitatnya serta menambah kembali populasi Orangutan di Kalteng. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved