Berita Katingan

Cegah Kerusakan Populasi Ikan Sungai, Nelayan Pagatan Katingan Diimbau Tidak Gunakan Racun

Kegiatan mencari ikan menggunakan alat atau bahan terlarang tidak diperbolehkan karena dapat merusak lingkungan.

Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com/faturahman
Kapal pencari ikan milik nelayan di pesisir laut jawa tepatnya di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN- Kegiatan mencari ikan menggunakan alat atau bahan terlarang tidak diperbolehkan karena dapat merusak lingkungan.

Dalam mencegah Ilegal Fishing di perairan sungai yang ada di Kalimantan Tengah, Ditpolairud Polda Kalteng terus mengedukasi masyarakat terutama pencari ikan agar tidak menggunakan racun dan setrum.

Kegiatan Ilegal Fishing dapat merusak ekosistem dan musnahnya populasi ikan yang ada di sungai.

Personel Ditpolairud Polda Kalteng di Markas unit Pegatan Das Katingan mengimbau Nelayan tidak menggunakan racun, setrum dan bahan kimia untuk menangkap ikan, Senin (28/03/2022).

Baca juga: Selama Bulan Ramadhan, Pengurus Masjid Raya Darussalam Palangkaraya Tetap Terapkan Prokes

Baca juga: Jelang Bulan Ramadhan, Muslim Palangkaraya Ramai Berziarah ke Tempat Pemakaman Umum

Baca juga: Pabrik Refenery dan Repacking Pengolahan Minyak Goreng Kotim Kalteng Dipantau Polisi

Nelayan yang biasa mencari ikan dengan cara cepat memakai racun, setrum dan bahan kimia lainya diberikan pemahaman menghentikan kegiatan terlarang tersebut.

Karena akan berdampak buruk bagi lingkungan dan keberlangsungan hidup biota laut atau musnahnya populasi ikan.

Direktur Polairud Polda Kalteng Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Candra, melalui Kepala Markas unit Pegatan Bripka Ade Sudarman di dampingi oleh Komandan Kapal Polisi KP XVIII-1002memberikan edukasi kepada nelayan Pagatan Kabupaten Katingan.

Mereka menjelaskan agar nelayan dalam melakukan kegiatan pencarian ikan tetap ramah lingkungan.

Selain mencegah terjadinya Ilegal Fishing dan kerusakan lingkungan juga  menjaga keberlangsungan ekosistem dan populasi ikan Sungai.

Pihaknya mengingatkan penggunaan barang terlarang dalam mencari akan bwerdampak pada masalah hukum sebab itu diimbau jangan dilakukan.

"Kami sampaikan kepada Nelayan dampak buruk dari penggunaan racun, setrum dan bahan kimia terhadap lingkungan dan konsekuensi hukum apabila terbukti melanggar," Jelas Ade.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan imbauan kepada Nelayan agar selalu memperhatikan cuaca dan alat keselamatan  saat melaut.

Ini, mengingat cuaca ekstrim seperti  gelombang besar di sertai angin kencang masih sering terjadi selain itu petugas juga membagikan alat keselamatan berupa life jacket dan pelampung, kepada nelayan.


"Kami bagikan alat keselamatan dan mengimbau Nelayan agar selalu behati - hati pada saat melaut, dengan memperhatikan cuaca, tentu juga melengkapi alat keselamatan dan mengecek kondisi kapal sebelum melaut agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan seperti laka air," imbaunya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved