Berita Barsel

MA Kabulkan Permohonan PK Basri, Warga Barsel Ajukan Permohonan Eksekusi Lahan ke PN Buntok

Kasus sengketa lahan antara warga buntok bernama Basri dan perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Barito Selatan berlanjut pada permohonan eksekusi

Editor: Fathurahman
Istimewa
Kuasa Hukum penggugat Baseri yakni Ahmad Junaidi saat mengajukan permohonan eksekusi di Pengadilan Negeri (PN) Buntok Kabupaten Barito Selatan. 

TRIBUNKALTENG.COM, BUNTOK– Kasus sengketa lahan antara warga buntok bernama Basri dan perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Barito Selatan berlanjut pada permohonan eksekusi lahan.

Basri, warga Dusun Kelanis Murung Desa Kelanis Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Buntok, Senin (21/3/2022).

Permohonan eksekusi tersebut dilakukan setelah Mahkamah Agung dalam putusannya mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Basri.

Baca juga: Pengguna Jalan di Yos Sudarso Palangkaraya Terganggu Kendaraan Parkir Melebihi Bahu Jalan

Baca juga: Majelis Hakim PN Palangkaraya Jatuhkan Vonis 9 Tahun Kurungan Bagi Pemilik 199 Gram Sabu

Baca juga: Adzan Tak Lagi Pakai Pengeras Suara, Alat Toa Masjid Baitul Muttaqien Palangkaraya Dicuri

Basri melalui kuasa hukumnya, Akhmad Junaidi, mengungkapkan, permohonan eksekusi dilakukan setelah Mahkamah Agung dalam putusannya mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Basri.

“Putusan PK Mahkamah Agung No.562/PK/Pdt./2021 pada 7 Oktober 2021 yang salinan putusannya kami terima pada 8 Maret 2022 menyatakan mengabulkan gugatan klien kami atas lahan yang selama ini dikuasai oleh perusahaan swasta,” kata Junaidi , Selasa (22/3/2022).

Menurut Junaidi, permohonan eksekusi atas lahan seluas 12 hektare sesuai surat hibah tahun 1961 untuk segera dilakukan.

Pihaknya menilai sejak putusan PK di Mahkamah Agung yang memutuskan memenangkan kliennya, sampai saat perusahaan belum melaksanakan putusan tersebut.

Junaidi juga membeberkan, persoalan sengketa lahan tersebut telah berproses hukum sejak 2005 lalu.

“Saat itu (2005), putusan PN Buntok telah menyatakan mengabulkan gugatan yang diajukan klien kami. Namun putusan PN Buntok itu kemudian digugurkan oleh putusan banding oleh Tergugat di Pengadilan Tinggi Kalteng pada 2006,” beber Junaidi.

Kemudian, lanjut dia, kliennya mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung dan dalam putusannya MA menolak permohonan kasasi oleh kliennya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved