Berita Kalteng

Kenaikan Harga Batu bara dan CPO Berdampak Positif Bagi Kalteng, Dana Bagi Hasil Meningkat

Kenaikan harga komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah akan membawa dampak sangat baik bagi daerah penghasil.

Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com/Fathurahman
Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Kotim jalur lintasan armada tongkang yang mengangkut bauksit dari hulu ke hilir atau menuju muara Sungai Mentaya untuk dikirim ke luar Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Kenaikan harga komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah akan membawa dampak sangat baik bagi daerah penghasil.

Batu bara dan Crude Palm Oil (CPO) merupakan ekspor yang jadi andalan Bumi Tambun Bungai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yura Djalins, berkomentar kenaikkan harga CPO dan Batu bara sangat positif bagi Kalteng sebagai daerah penghasil barang ekspor tersebut.

Dia menjelaskan, keuntungan yang sangat baik untuk Kalteng ketika harga komoditas tersebut naik.

Baca juga: M Gumarang : Harusnya Harga Minyak Goreng Daerah Penghasil CPO Kalteng Lebih Murah

Baca juga: Desa Bagendang Mentaya Hilir Selatan Sampit Dijadikan Lokasi Pengapalan CPO

Baca juga: Pengamat Ekonomi UPR Sebut Kalteng Terdampak Larangan Ekspor Batu Bara, Ini Penjelasannya

"Batu bara dan CPO naik, tentu akan berdampak positif pada kenaikan pungutan pajak oleh pemerintah yang akan menaikan jumlah dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil," terangnya, Senin (14/3/2022).

Diungkapkan, data dari Dirjen Perimbangan Keuangan – Kemenkeu, menunjukkan alokasi DBH Sumber Daya Alam Minerba untuk Kalimantan Tengah naik sekitar 15 persen dari Rp 802 miliar pada 2021 menjadi Rp 920 miliar pada 2022," ungkapnya.

Sementara itu, data yang dilansir Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat, ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar (63,99 persen) terhadap total ekspor Kalimantan Tengah pada Bulan Januari 2022. 

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami penurunan senilai US$171,53 juta (59,74 persen) dari  US$287,12 juta menjadi US$115,59 juta.

"Komoditas utama ekspor hasil tambang diantaranya adalah batu bara, bijih zirconium, bauksit, dan aluminium," ungkap Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro saat rilis kepada Pers di Palangkaraya.

Nilai ekspor hasil industri pada Januari 2022 sebesar US$65,03 juta dan berkontribusi 36,00 
persen terhadap total ekspor Kalimantan Tengah. 

"Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai US$0,56 juta (0,87 persen)," ungkapnya. (*)
 

 

 

 


 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved