UMPR

UMPR dan PCIM Turki Siap Berkolaborasi Majukan SDM di Kalteng

UMPR) melalui bagian Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) sukses menggelar kegiatan Gass KUI Series 1 bertema Cahaya dari Turki

Editor: Dwi Sudarlan
UMPR
Sharing session series 1 bertema “Cahaya dari Turki” dengan narasumber Ketua PCIM Turki Syamsul Hidayat Daud yang digelar UMPR melalui bagian Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI), Sabtu (26/2/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melalui bagian Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) sukses menggelar kegiatan Gass KUI Series 1, Sabtu (26/2/2022).

Pada Gass KUI Series I terdapat banyak hal yang diperbincangkan di antaranya Isu internasional yang hangat diperbincangkan saat ini yaitu kasus Ukraina dan Rusia.

“Turki sebagai negara super power, masih santai dan fokus dengan isu negara sendiri dibandingkan menanggapi kasus Urkaina dan Rusia, walaupun kasus tersebut sudah dibahas di seluruh belahan Dunia,”ujar Syamsul Hidayat Daud sebagai narasumber.

Sharing session ini tidak hanya membahas mengenai isu internasional Ukraina dan Rusia namun juga terkait kultur budaya Turki.

Menurut Syamsul Hidayat Daud selaku Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki mengatakan bahwa isu negara Turki sendiri lebih diprioritaskan yakni terkait kenaikan listrik yang terjadi sejak Februari 2022.

“Pemerintah pun sudah melakukan penyesuaian terhadap isu tersebut,”kata Syamsul Hidayat Daud.

Sharing session series 1 bertema “Cahaya dari Turki” dengan narasumber Ketua PCIM Turki Syamsul Hidayat Daud yang digelar UMPR melalui bagian Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI), Sabtu (26/2/2022).
Sharing session series 1 bertema “Cahaya dari Turki” dengan narasumber Ketua PCIM Turki Syamsul Hidayat Daud yang digelar UMPR melalui bagian Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI), Sabtu (26/2/2022). (UMPR)

Acara ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Peserta yang hadir mencapai 70 orang lebih dalam sharing session series 1 yang bertemakan “Cahaya dari Turki”.

Topik lainnya yang dibahas terkait Kultur budaya yang ada Turki.

Syamsul Hidayat Daud mengatakan bahwa kultur budaya di Turki yang menonjol adalah ketika mengisyaratkaN iya maka masyarakat di Turki menggelengkan kepala.

“Biasanya saya jika di Indonesia mengangguk artinya iya, nah beda halnya jika di Turki sebaliknya mengangguk berarti tidak,”terangnya.

Turki yang merupakan negara dengan mayoritas Islam dalam sharing session ini dibahas pula mengenai negara yang bekemajuan dalam hal sains dan teknologi.

Dibahas pula bahwa Turki merupakan negara yang rawan konflik, namun menjadi negara penodor terbanyak dalam Lembaga Pendonor sebanyak 2 kali berturut-turut. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved