Berita Palangkaraya

Pesawat Aeromodelling Buatan Marbot Masjid Ini Diminati Wali Kota Palangkaraya

Seorang marbot Masjid di Kecamatan Pahandut Palangkaraya bernama Hasan Arbai (35) mahir membuat pesawat aeromodelling

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Hasan Arbai bersama pesawat aeromodellingnya saat akan diterbangkan di Sirkuit Sabaru, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (3/3/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang marbot Masjid di Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) bernama Hasan Arbai (35) mahir membuat pesawat aeromodelling.

Pesawat aeromodelling yang dibuatnya berukuran jumbo 3,5 meter x 2,30 meter dan mampu terbang tinggi saat dimainkan.

Pesawat yang dibuatnya diklaim terbesar di Palangkaraya, saat diterbangkan membuat banyak orang berdecak kagum.

Bahkan, dalam penerbangan yang dilakukannya pesawat buatannya tampak terbang dengan mulus di udara. 

Diceritakan, kesukaannya merakit aeromodelling berawal tahun 2018 dengan bergabungnya ke Aeromodelling Community (AMC) Palangkaraya, di komunitas tersebut ia mengembangkan hobinya.

Baca juga: Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Bulan Ramadan Pemko Palangkaraya Gelar Operasi Pasar

Baca juga: 160 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Palangkaraya, Alami Gejala Ringan dan Tanpa Gejala

Baca juga: Program Layanan 112 Semakin Memudahkan Warga Palangkaraya Mendapatkan Pelayanan Damkar

"Tidak ada latar belakang khusus untuk pembuatan pesawat aeromodelling, berawal dari hobi saja lalu belajar melalui youtube dan internet," kata Hasan Arbai, Kamis (3/3/2022) kepada Tribunkalteng.com.

Kemampuan Marbot Masjid di Pahandut ini, diakui rekan di komunitas AMC Palangkaraya, seperti yang diutarakan Heru Roby Fpv. 

Heru mengungkapkan, ketika bergabungnya Hasan Arbai tahun 2018 membuat warna yang berbeda di komunitas tersebut, awalnya cenderung ke drone sekarang ada pesawat aeromodelling

"Tak mudah membuat pesawat aeromodelling, ukuran, bahan, mesin, sudut kemiringan dan lainnya harus pas. Kalau tidak pas tidak bisa terbang," kata Heru. 

Ia menambahkan, pembuatannya saja sangat rumit, namun saat penerbangannya perlu kemampuan khusus, jika salah menerbangkan pesawat aeromodelling bisa nyungsep. 

Tantangannya sebenarnya bukan seberapa tinggi atau cepat pesawat aeromodelling saat diterbangkan, namun saat melintas pada halangan tertentu atau kecepatan angin yang biasanya jadi masalah.

Menurut Heru Pesawat aeromodelling tidak bisa terbang diatas ketinggian 180 meter karena peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan, dan pihaknya menaati peraturan tersebut. 

Lebih lanjut Hasan Arbai merogoh uang berkisar Rp 6 juta untuk membuat pesawat aeromodelling jumbonya dan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. 

Dengan spesifikasi dapat terbang sejauh mata memandang dan ketinggian yang sudah ditentukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved