Berita Pulang Pisau

Ganasnya Buaya Sebangau, Sudah 4 Korban, BKSDA Kalteng Minta Tidak Ada Perburuan Balas Dendam

Buaya Sebangau kembali menerkam manusia tetapi BKSDA Kalteng meminta tidak ada perburuan buaya untuk membalas dendam

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
ISTIMEWA
Jenazah Ahmadi yang diterkam buaya di Desa Paduran, Sebangau Kuala, Pulangpisaum Kalteng saat dievakuasi ke ambulans, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANGPISAU - Buaya Sebangau atau buaya yang berada di Sungai Sebangau kembali menerkam manusia, tetapi BKSDA Kalteng meminta tidak ada perburuan buaya untuk membalas dendam.

Dalam waktu 2 bulan, Januari dan Februari 2022, buaya Sebangau sudah meminta korban jiwa 2 orang, pertengahan Januari 2022 adalah pekerja bansaw dan Senin (28/2/2022) kemarin, pencari galam yang ditemukan tewas diterkam buaya.

Bila dirunut ke belakang lagi, ada beberapa orang yang juga tewas karena diterkam buaya Sebangau di sekitar kawasan yang sama. 

Seperti 2018, buaya Sebangau menerkam seorang pencari ikan dan 2021 korbannya adalah seorang pencari daun nipah.

Baca juga: Tubuh Pencari Galam di Muara Pangkoh Pulangpisau Tidak Utuh, Diduga Diterkam Buaya Sebangau

Baca juga: Buaya di Jalan Tjilik Riwut Km 43 Tangkiling, Palangkaraya, BKSDA: Stop Buang Bangkai Ayam ke Sungai

Baca juga: Nekat Kejar Bebek Lepasan dari Upacara Adat di Sungai, Pria Ini Langsung Hilang Diseret Buaya

Menyikapi keganasan buaya Sebangau ini, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan meminta agar masyarakat tidak lantas melakukan perburuan terhadap buaya Sebangau untuk melakukan balas dendam.

"Kami mohon, itu jangan dilakukan karena justru dapat menimbulkan masalah baru dan konflik antara manusia dengan buaya di kawasan itu tidak akan pernah berhenti. Akan lebih baik bila dilakukan antisipasi agar kejadian tersebut tidak berulang," kata Nur Patria Kurniawan dalam program "Ruang Tamu Tribun Kalteng".

Menurut Nur Patria Kurniawan, masyarakat diharapkan lebih waspada dan berhati-hati bila beraktivitas di kawasan yang diduga ada buaya. 

Terlebih pada akhir tahun hingga April, karena saat itu buaya akan lebih agresif. 

Mereka akan mudah menyerang bila melihat ada sesuatu yang dianggap ancaman.

Mengapa menjadi lebih agresif?

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved