Berita Pulangpisau

Tubuh Pencari Galam di Muara Pangkoh Pulangpisau Tidak Utuh, Diduga Diterkam Buaya Sebangau

Seorang pekerja pencari kayu galam dikabarkan diterkam buaya di kawasan Muara Pangkoh, Kecamatan Sebangau Kuala, Pulangpisau

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Mashable via Tribunnews
Ilustrasi buaya yang sedang mencari mangsa. Senin (28/2/2022) seorang pekerja pencari galam di Muara Pangkok, Sebangau Kuala, Pulangpisau dikabarkan diterkam buaya yang masuk ke parit atau anak sungai. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh tidak utuh. 

TRIBUNKALTENG, PULANGPISAU -  Kejadian buaya menerkam manusia di Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali terulang.

Seorang pekerja pencari kayu galam dikabarkan diterkam buaya di kawasan Muara Pangkoh, Desa Paduran, Kecamatan Sebangau Kuala, Pulangpisau.

Korban pencari galam itu disebutkan bernama Ahmadi yang diterkam buaya Sungai Sebangau

Beberapa waktu lalu, pertengahan Januari 2022, juga terjadi buaya Sungai Sebangau menerkam seorang pekerja bansaw.

Baca juga: Pekerja Bansaw Diterkam Buaya di Sebangau Kuala Akhirnya Ditemukan Tewas Tanpa Lengan Kiri

Baca juga: Buaya di Jalan Tjilik Riwut Km 43 Tangkiling, Palangkaraya, BKSDA: Stop Buang Bangkai Ayam ke Sungai

Baca juga: Nekat Kejar Bebek Lepasan dari Upacara Adat di Sungai, Pria Ini Langsung Hilang Diseret Buaya

Saat dikonfirmasi, Camat Sebangau Kuala H Sugianto membenarkan terjadinya peristiwa diterkamnya pencari galam oleh buaya tersebut.

Saat kejadian, Ahmadi beserta anak dan saudaranya, disebutkan sedang mencari kayu galam di kawasan  Muara Pangkoh.

"Kejadiannya pada Senin (28/2/2022) sore. Semula mereka bertiga, lalu anak dan saudara korban pergi sebentar. Saat kembali ke lokasi, korban sudah tidak ada," kata Sugianto.

Diduga saat sendirian, Ahmadi turun di parit (anak sungai) aliran Sungai Sebangau untuk mengikat kayu-kayu galam yang diperoleh mereka.

Menurut Sugianto, saat kejadian air sungai dalam kondisi sudah tinggi dan masuk ke parit-parit sekitar sungai sehingga kemungkinan ada buaya yang iku masuk ke parit.

“Mungkin korban tidak sadar kalau air sudah naik, buaya bisa masuk ke parit," ucap Sugianto.

Pencarian langsung dilakukan keluarga korban dan warga sekitar.

Selasa (1/3/2022), korban si pecari galam itu ditemukan dalam kondisi tubuh tidak utuh, hanya bagian kepala dan badan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved