Berita Pulang Pisau

Kejadian Berulang, Warga Desa Paduran Pulpis Ahmadi Diterkam Beberapa Buaya Sebangau saat Dalam Air

Peristiwa kembali terulang, seorang bernama Ahmadi diduga menjadi korban terkaman buaya Sebangau Kuala dan ditemukan dalam kondisi tubuh tak utuh

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Evakuasi jenazah Ahmadi yang diterkam buaya di Desa Paduran, Sebangau Kuala, Pulang Pisau, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU – Peristiwa kembali terulang, seorang bernama Ahmadi diduga menjadi korban terkaman buaya Sebangau Kuala dan ditemukan dalam kondisi tubuh tak utuh, Selasa (1/3/2022) pagi.

Korban diduga Diterkam buaya di kawasan Muara Pangkoh, Desa Paduran, Kecamatan Sebangau Kuala, Pulang Pisau.

Insiden ini menjadi kejadian yang kedua, di awal tahun 2022 ini, yang sebelumnya juga kejadian serupa terjadi di Januari lalu, yaitu pekerja galam yang diterkam buaya.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng, P Jonet membenarkan adanya korban yang diterkam buaya.

“Korban bernama Ahmadi ditemukan dalam kondisi tidak utuh akibat Diterkam buaya,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp oleh Tribunkalteng.com.

Baca juga: Tubuh Pencari Galam di Muara Pangkoh Pulangpisau Tidak Utuh, Diduga Diterkam Buaya Sebangau

P Jonet sedikit menjelaskan kronologi korban Ahmadi diterkam, dengan kondisi korban saat ditemukan hanya tersisa setengah badan dan kepala saja.

“Korban saat itu sedang berada di air, lalu mengikat kayu galam. Tiba-tiba ditarik ke dasar sungai oleh buaya,” jelas P Jonet.

Ungkapnya berdasarkan gambar yang dibagikan, diketahui saat diterkam dan ditarik oleh buaya, terdapat beberapa buaya yang ikut mencabik tubuh Ahmadi.

“Namun saya tidak tahu berapa banyak yang mencabik korban, karena dari foto korban seperti diterkam oleh beberapa buaya,” terang Jonet.

Baca juga: Pencarian Hingga Tengah Malam, Pekerja Bansaw Diterkam Buaya di Sebangau Kuala Belum Ditemukan

Baca juga: Pekerja Bansaw Diterkam Buaya di Sebangau Kuala Akhirnya Ditemukan Tewas Tanpa Lengan Kiri

Buaya diketahui memiliki gerakan memutarnya yang mematikan saat sedang menggigit mangsanya.

“Akibat adanya gerakan dan gelembung udara dari korban, hal tersebut mengundang buaya lainnya yang berada di sekitar kawasan sungai,” jelas P Jonet.

Buaya yang datang akibat gerakan Ahmadi saat diterkam, membuat buaya lainnya ikut menerka korban.

Jenazah di Desa Paduran Pulpis
Jenazah Ahmadi yang diterkam buaya di Desa Paduran, Sebangau Kuala, Pulang Pisau saat dievakuasi ke mobil ambulans, Selasa (1/3/2022).

SKW I BKSDA Kalteng akan melalukan pencarian pada bagian tubuh Ahmadi.

“Besok rencananya kami akan melakukan pencarian sisa dari tubuh korban yang hilang,” ujar P Jonet.

Jenazah Ahmadi pun sudah diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Baca juga: BKSDA Kalteng Turunkan Tim Cari Pekerja Bansaw yang Diterkam Buaya di Sungai Sebangau Kuala

Sebelumnya insiden warga Desa Paduran Sebangau Kuala juga terjadi menimpa Samsu (17) pekerja Bansaw, Kamis (13/1/2022).

Samsu diserang buaya saat menyelam untuk menaikan kayu galam dari dalam air.

Saat ditemukan, kondisi tubuh Samsu tidak lengkap karena lengan kiri tidak ada lagi. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved