Berita Kalteng

Pelarian DPO Kasus Korupsi Bandara Trinsing Muara Teweh Berakhir di Jateng, 2 Tahun Jadi Buronan

Pelarian buronan kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Trinsing atau Bandara HM Sidik, Muara Teweh berakhir setelah 2 tahun

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Diskominfo Pemprov Kalteng
Foto dokumentasi peresmian Bandara Trinsing atau Bandara HM Sidik, Muara Teweh, Kalteng oleh Wapres KH Ma'ruf Amin, beberapa waktu lalu. Senin (21/2/2022) malam buronan kasus dugaan korupsi pembangunan bandara itu, Hadi Sugiarto ditangkap tim Kejaksaan di Jateng. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Pelarian buronan kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Trinsing atau Bandara HM Sidik, Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) berakhir setelah 2 tahun. 

Buronan kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Trinsing pada 2014 itu, Hadi Sugiarto alias Sugik bin Hontjo Kurniawan ditangkap tim gabungan Kejagung dan Kejati Kalteng di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Ebenezer Simanjuntak kepada pers, membenarkan penangkapan Hadi Sugiarto dilakukan pada Senin (21/2/2022) malam kemarinn

Kasipenkum Kejati Kalteng, Dodik Mahendra saat dikonfirmasi Selasa (22/2/2022) juga membenarkan informasi penangkapan Hadi Sugiarto.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Resmikan Bandara HM Sidik, Perekonomian Masyarakat Kalteng Diharap Makin Meningkat

Baca juga: Eksepsi Kades Kinipan Ditolak Majelis Hakim, JPU Sebut Bentuk Penegakan Pemberantasan Korupsi

Baca juga: Tebak Siapa Dia? Perempuan Muda, Milenial, Cantik, Politisi Partai Besar dan Tersangka Korupsi

Dia juga mengungkapan Hadi Sugiarto akan diterbangkan ke Kalteng untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara Leonard Ebenezer Simanjuntak mengungkapkan Hadi Sugiarto dinyatakan buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tidak memenuhi panggilan dari Kejati Kalteng.

“Selanjutnya (Hadi Sugiarto segera dibawa menuju Kalimantan Tengah guna dilaksanakan eksekusi,” ujarnya.

Leonard pun mengimbau seluruh buronan yang masuk DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. 

Pada pembangunan Bandara Trinsing Muara Teweh, Hadi Sugiarto merupakan kontraktor pelaksana dalam proyek tersebut.

Di dalam pembangunan, kontraktor melakukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dari segi kualitas, seperti  asphalt concrete (AC) pada pelapisan landas pacu, taxiway, dan apron.

Perbuatan itu mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara sekira Rp 1,5 miliar sebagaimana hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalteng. 

Hadi Sugiarto, buronan kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Trinsing Muara Teweh Kalteng yang ditangkap Kejaksaan di Jateng.
Hadi Sugiarto, buronan kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Trinsing Muara Teweh Kalteng yang ditangkap Kejaksaan di Jateng. (Istimewa)

Kerugian keuangan negara itu tertuang dalam Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Bandar Udara Trinsing Muara Teweh Tahun 2014.

Kasus yang membelit Hadi Sugiarto bergulir di pengadilan hingga Mahkamah Agung (MA) dalam putusan Nomor 1980 K/Pid.Sus/2020 tanggal 10 Agustus 2020.

Dalam putusan ini, dinyatakan Hadi Sugiarto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, secara bersama-sama atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara.

Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sejumlah Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu Mahkamah Agung juga menghukum membayar uang pengganti sebesar Rp 1.512.113.568,74 sebagai pengganti kerugian negara dengan cara diperhitungkan dari uang tunai sebesar Rp 3 miliar yang telah disita dari Hadi Sugiarto.

Namun, Hadi Sugiarto tidak pernah memenuhi panggilan eksekusi dari Kejati Kalteng sebagai eksekutor sehingga dia dinyatakan buronan dan masuk DPO. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved