Jenderal Dudung Tahan Staf Khusus KSAD & Teman Satu Angkatan di Akmil, Brigjen TNI Junior Tamilaar

Tindakan tegas dilakukan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dengan menahan staf khususnya, Brigjen TNI Junior Tumilaar

Editor: Dwi Sudarlan
Capture video Kompas TV
Staf Khusus KSAD Brigjen TNI Junior Tamelarr ditahan oleh KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Tindakan tegas dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dengan menahan staf khususnya, Brigjen TNI Junior Tumilaar.

Staf Khusus KSAD Brigjen TNI Junior Tumilaar ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kabar penahanan jenderal bintang satu itu merebak setelah sebuah foto selembar surat yang ditulis tangan mengatasnamakan Brigjen TNI Junior Tumilaar beredar di media sosial.

Surat tersebut berisi permohonan dari Brigjen Junior untuk dievakuasi ke RSPAD dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis karena sakit asam lambung atau GERD.

Baca juga: Keadaan Fisik Tukul Arwana Dijenguk KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, ini Kata Habib Husein

Baca juga: Reaksi Cepat Panglima TNI Sikapi KSAD Jenderal Dudung Dilaporkan ke Puspomad, Begini Sikapnya

Baca juga: Populer Berkat Baliho Ormas & Ayah Meninggal Saat SMP, Profil Letjen Dudung Abdurachman, KSAD Baru

Surat tersebut ditujukan kepada KSAD, Ka Otmilti II, Danpuspom AD, dan Ditkum AD, serta ditembuskan kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Pertahanan, Menkopolhukam, hingga Panglima TNI.

"Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar SIP.,M.M., (Pati Sus Kasad), bermohon perawatan/evakuasi ke RSPAD. Karena sakit asam lambung tinggi (GERD)," sebagaimana tertulis di alinea kedua surat tersebut dikutip pada Selasa (22/2/2022).

Dalam surat itu Junior mengaku dirinya telah ditahan sejak 31 Januari hingga 15 Februari 2022 di Pomdam Jaya.

Kemudian penahanan dilanjutkan di RTM Depok sejak 16 Februari 2022 hingga saat ini atau Senin (21/2/2022).

Saat dikonfirmasi, Jenderal Dudung tak membantah isi surat itu, dan mengakui bahwa Brigjen Junior saat ini memang ditahan di RTM Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Dudung menegaskan Junior ditahan karena telah melakukan kegiatan di luar tugas pokoknya.

"Dia melakukan kegiatan di luar tugas pokoknya. Staf khusus KSAD apabila keluar harus seizin KSAD, tapi dia bertindak mengatasnamakan membela rakyat, padahal bukan kewenangan yang bersangkutan," kata Dudung ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (22/2/2022).

"Dia tanpa perintah dan mengatasnamakan Staf Khusus KSAD untuk membela rakyat. Itu bukan kapasitasnya dia sebagai satuan kewilayahan seharusnya Babinsa sampai dengan Kodim yang melakukan kegiatan tersebut dan tentunya koordinasi dengan pemda dan aparat keamanan setempat," kata Dudung.

Jenderal Dudung melakukan tindakan tegas kepada Brigjen Junior meski jenderal bintang satu itu adalah kawan lettingnya sendiri.

Brigjen Junior dan Jenderal Dudung memang merupakan teman seangkatan saat menempuh pendidikan di Akademi Militer.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved