Mahasiswi Asal Murung Raya Kalteng Buang Jasad Bayi di Serambi Masjid Bantul, Ini Pengakuannya

Dalam kardus, mahasiswi asal Murung Raya itu meletakkan uang Rp 100 ribu dan sepucuk surat berisi permohonan untuk menguburkan jasad bayinya

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jogja/Santo Ari
AU, mahasiswi asal Murung Raya, Yogyakarta yang membuang jasad bayinya di serambi masjid, di Bantul Yogyakarta, menyertakan surat permohonan agar jasad bayi itu dimakamkan. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANTUL - Jasad bayi yang ditemukan di serambi masjid di Bantul, Yogyakarta, ternyata anak dari seorang mahasiswi asal Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pembuangan jasad bayi di serambi masjid di Dusun Brajan, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, Yogyakarta pada 22 Januari 2022 itu pun akhirnya terungkap.

Tragisnya, jasad bayi itu memang dibuang oleh ibundanya yang masih berstatus mahasiswi.

Dia adalah AU (21), seorang mahasiwi asal Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Mengutip Tribun Jogja (Tribun Network), Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengungkapkan, berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), AU membungkus jasad bayinya menggunakan plastik dan dimasukkan ke kardus.

Baca juga: Bayi dalam Kardus di Kotim Sempat Alami Kekurangan Cairan, Diduga Dibuang Usai Dilahirkan

Baca juga: Banjir di Kalbar, Kapolres Singkawang Prasetiyo Adhi Wibowo Evakuasi Bayi Berumur 6 Hari

Baca juga: NEWS VIDEO, Jalani Perawatan di RSUD Doris Sylvanus Bayi 6 Bulan Positif Covid-19 Berangsur Membaik

Dalam kardus, dia juga meletakkan uang Rp 100 ribu dan sepucuk surat yang berisi permohonan untuk menguburkan jasad bayinya.

"Dari surat wasiat itu, kami secara cepat bisa mengamankan tersangka," ujar Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Kamis (17/2/2022).

Pihaknya menangkap tersangka beberapa jam setelah jasad bayi tersebut ditemukan oleh warga.

Berikut pengakuan mahasiswi asal Murung Raya itu dalam surat yang diletakkan di kardus bersama jasad bayinya itu:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih pada siapapun orang yang menemukan bayi ku ini dan mau memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburnya layaknya orang yang sudah meninggal karena takdir dan mautnya.

Saya mengalami keguguran pada usia kandungan hampir lima bulan.

Posisi saya di sini sendirian tidak ada siapa-siapa, karena masih menjalankan masa pendidikan.

Suami saya kerja di Kalbar, dia sedih mendengarnya, tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk ke sini, maka dari itu dia menyarankan pada saya untuk meletakkannya di masjid agar ada orang yang mau mengurusnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved