Berita Kalteng

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran: Jangan Sampai Ada OTT di Lingkup Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan jangan sampai terjadi OTT di lingkup Pemprov Kalteng, dan bersama cegah dan berantas korupsi dan pungli

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Nita Maulina
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat memberikan sambutan pada FGD dengan tema Anti Pungutan Liar Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, di Aula Jayang Tingang, Rabu (9/2/2022) kemarin. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menegaskan kepada unsur pejabat dan bawahannya untuk tidak terlibat tindak pidana korupsi (tipikor).

Terlebih dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk tidak terlibat praktik pungutan liar (pungli) dan tipikor lainnya.

"Jangan sampai ada terjadi kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lingkungan pemprov kalteng,” tegasnya pada FGD tema Anti Pungutan Liar Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, di Aula Jayang Tingang, Rabu (9/2/2022).

Dalam sambutannya Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, hal ini merupakan satu diantara wujud konkret komintmen pemprov kalteng dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

"Pemerintah harus pro aktif dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan KKN, serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela baik itu pungli, maupun perbuatan melanggar hukum lainnya," jelasnya.

Baca juga: Perdana Masuk Kerja 2022, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Minta ASN Bekerja dengan Semangat

Baca juga: Sugianto Sabran Sarankan Bentuk Tim Terpadu Tangani Ruas Jalan Rusak Palangkaraya-Gumas oleh PBS

Dirinya ingin pemprov kalteng selalu bisa menjadi contoh yang baik dalam upaya pemberantasan KKN.

Sehingga pemerintah kabupaten atau kota dapat melakukan hal yang sama, bahkan membuat inovasi atau terobosan dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih akuntabel dan transparan.

“Kepada seluruh jajaran agar selalu profesional melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya,” ucap Sugianto Sabran.

Suami dari Yulistra Ivo Azhari ini menambahkan, agar semua selalu aktif dalam mengedepankan upaya pencegahan pemberantasan pungli.

Terutama dalam melakukan setiap tahapan dalam proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Sugianto Sabran Borong Dagangan Pedagang di Pasar Kahayan untuk Dapur Umum

“Mulai dari perencanaan, proses pemilihan baik itu tender maupun seleksi sampai dengan pengelolaan kontrak hingga selesai proses pengerjaan,” tegasnya kembali.

Selain itu agar seluruh pihak selalu mengedepankan komunikasi, dan koordinasi dalam penegakkan hukum, dalam rangka menciptakan iklim pembangunan yang kondusif tambahnya.

“Harapan saya melalui FGD ini, bisa menjadi sebuah sarana komunikasi lintas sektoral dalam mencari solusi bersama, untuk mengatasi potensi terjadinya tipikor dan pungli, khususnya di sektor pengadaan barang, dan jasa pemerintah,” pungkas Sugianto Sabran. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved