Berita Palangkaraya

Masakan Khas Dayak Kaya Bumbu Rempah Dipercaya Mampu Perkuat Imun Tubuh

Masakan khas Dayak sangatlah beragam dan memiliki cita rasa unik dan tak kalah enaknya, kaya bumbu rempah dipercaya perkuat imun tubuh saat pandemi

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Makanan khas Dayak andalan di Resto Tjilik Riwut Tanak Lais. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Masakan Khas Dayak sangatlah beragam dan memiliki cita rasa yang unik dan tak kalah enaknya, juga menjadi pilihan dan primadona di masa pandemi saat ini.

Pasalnya masyarakat Palangkaraya, Kalteng mempercayai kekayaan bumbu rempah yang menyatu di dalamnya dapat meningkatkan imun tubuh.

Sejumlah bumbu dapur seperti jahe, serai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, dan merica merupakan bumbu rempah pada umumnya masakan orang Dayak.

Selain itu tambahan bumbu lainnya yang dapat dijumpai di hutan menjadikan cita rasa tersendiri.

Hal itu diungkapkan Pengelola Resto Tjilik Riwut Sulang kepada Tribunkalteng.com, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Masakan Khas Dayak Kalteng Tersedia di Rumah Makan Samba di Palangkaraya

“Semua bumbu atau rempah-rempah itu diyakini dapat memperkuat imun tubuh dan khasiat untuk tubuh kita,” ujarnya.

Di Resto Tjilik Riwut satu andalan menu mereka yakni Tanak Lais, berbahan baku ikan Lais dan dibumbui rempah jahe, kemiri, bawang, serai, lengkuas dan merica yang dimasak kuning ada sedikit kuahnya.

Menurut anak Gubernur Kalteng pertama Tjilik Riwut, Ida Riwut mengatakan, masakan Tanak Lais tidak mengenal musimnya.

Secara keseluruhan masyarakat khas Dayak sangat kuat untuk ketahanan pangan, karena dimanjakan dengan hasil alam atau bahan makanan yang bisa diperoleh dari hutan.

Di musim pandemi saat ini makanan khas Dayak juga sangat diminati oleh masyarakat seperti Tanak Lais ini.

Baca juga: Hari Batik Nasional, Lisa Senang Ikut Membatik Corak Khas Kalteng Lestarikan Batik Daerah

“Karena mereka mempercayai kekayaan bumbu rempah di dalamnya sangat bagus untuk ketahanan tubuh," beber Ida Riwut.

Selain itu berbagai tumbuhan yang menjadi khas Dayak seperti rimbang atau terong asam, umbut rotan, kelakai, daun taya, memiliki cita rasa yang tersendiri jika diolah oleh masyarakat lokal.

Ketahanan pangan masyarakat dayak sangat kuat ditenggarai karena kedekatan masyarakat lokal dengan hutan serta alam yang melimpah setiap musim.

Meskipun saat ini wabah virus dari Wuhan, Cina sedang menjangkit seluruh penjuru negeri.

Selain tumbuh-tumbuhan yang dapat diolah oleh masyarakat dayak, berbagai jenis ikan juga menjadi Masakan Khas Dayak yang diminati masyarakat, seperti ikan Baung, Lais, Patin, Gabus, Saluang, Kapar dan Ikan Tapah.

Baca juga: Kurang Terawat, Bangunan Lama Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Bakal Diubah Jadi Terminal Kargo

"Dengan banyaknya daerah aliran sungai (DAS) di Kalteng, masyarakat dayak juga gemar mengkonsumsi ikan dari sungai, sehingga olahan ikan di Kalteng sangat beragam, seperti contoh ada ikan yang dijadikan sambal," ujar Ida Riwut.

Ia juga menuturkan, selama pandemi penghasilannya dari Masakan Khas Dayak merangkak naik khususnya Resto Tjilik Riwut yang dikelola bersama sang anak meskipun sempat beberapa bulan anjlok karena PPKM.

“Gairah Masakan Khas Dayak yang sedang digandrungi di tengah pandemi saat ini, menjadi salah satu peluang ekonomi masyarakat untuk menambah pundi-pundi rupiah,” tutup Ida Riwut.

Di sisi lain makanan khas Dayak menurutnya, perlu untuk dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat di luar kalimantan, karena selain kekayaan cita rasa di dalamnya juga kebudayaan masyarakat Dayak, menambah keberagaman makanan lokal di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved