Berita Palangkaraya

Kurang Sebulan Setelah Mely, Bayi Orang Utan Bernama Besti Lahir di Margasatwa Lamandau

Penghuni Suaka Margasatwa amandau kembali bertambah, baru saja lahir bayi orangutan yang diberi nama Besti, sebelumnya lahir Mely

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
BKSDA Kalteng untuk Tribunkalteng.com
Induk orangutan, Berline usai melahirkan bayinya Besti,di Suaka Margasatwa Lamandau. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kelahiran bayi orangutan (Pongo Pygmaaeus) kembali terjadi di Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah, tepatnya di Suaka Margasatwa Lamandau (SML).

Bayi spesies langka tersebut diberi nama Besti.

Hal itu diketahui oleh petugas Resort SML bersama staf Orangutan Foundation (OF-UK) saat penyusuran di camp Buluh.

Selama ini karena sang induk sangat liar, petugas kesulitan mendekatinya.

"Iya bayi orangutan ke-101 yang lahir di SML, diberi nama Besti. Induknya bernama Berline. Bayi orangutan yang baru lahir itu belum diketahui jenis kelaminnya," kata Nur Patria Kepala BKSDA Kalteng, kepada Tribunkalteng.com, Rabu (9/2/2022).

Sebelumnya, belum ada sebulan lalu, di SML juga lahir bayi orangutan yang diberi nama Mely.

Baca juga: Keluarga Orang Utan di Margasatwa Lamandau Bertambah, Bayi Orang Utan Diberi Nama Mely

Kelahiran dua bayi orangutan ini merupakan gambaran keberhasilan Kalteng melestarikan orangutan yang terancam punah dan masuk jenis hewan langka ini.

Nur Patria membeberkan, keberhasilan itu mengacu kepada pendataan, pelestarian, penjagaan dan pengelolaan hewan dan fauna di SML.

Ungkap Nur Patria, sebelumnya, petugas SML mengetahui induk orang utan bernama Berline sedang mengandung besar.

“Kepala Resort SML pertama kali melihat Besti digendong oleh induk dengan melihat kondisi perutnya sudah kempes, Minggu (16/1/2022) lalu,” kata dia.

Hal lainnya, sat ini populasi orangutan di Indonesia masih menjadi perdebatan karena jenis yang tak sama.

Misalnya orangutan di Kalteng dengan nama latin Pongo Pygmaaeus sedangkan di daerah lain memiliki nama latin yang berbeda.

Baca juga: Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya Sanggup Menampung Lebih Banyak Orang Utan

Penyebaran orangutan di Kalteng hampir ada seluruh kabupaten dan kota.

Biasanya spesies yang dilindungi itu berada di hutan dekat sungai atau air dan perkebunan.

Jika musim buah, orangutan memiliki hasrat untuk kawin karena selain tenaga yang timbul disuplai oleh buah-buahan, nutrisi dalam buah digunakan orang utan waktu proses mengandung.

"Aturan alam kan begitu, saat musim buah biasanya orangutan kawin," jelas Nur Patria.

Baca juga: Perilaku dan Kebiasaan Pengaruhi Pelepasliaran Orang Utan Kalteng ke Habitat Asli

Baca juga: Sebanyak 25 Orang Utan Dilepasliarkan di Wilayah Konservasi di Kalteng Sepanjang 2021

Sementara itu, saat ini proses pengembangbiakan orangutan terjadi secara natural, belum ada yang dikawinkan karena belum bisa.

SML menampung jika ada warga menyerahkan orangutan untuk dirawat dan setelah siap akan dikembalikan ke habitatnya

"Kita mengajak kepada semua pihak untuk hidup berdampingan dengan alam, fauna maupun flora sehingga populasi dan habitat mereka terjaga dengan baik," pungkas Nur Patria. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved